Suasana Haru Sungkeman Pernikahan Chandra Oktavia, Tangis Pecah Tanpa Kehadiran Ayah

Upacara Adat Sungkeman Chandra Oktavia
Upacara Adat Sungkeman Chandra Oktavia/Rizal Nurramdhani/Jabarupdate.id

Ciamis, Jabarupdate : Suasana haru tak terbendung menyelimuti kediaman calon pengantin wanita, Chandra Oktavia, di kawasan Bojonghuni, Kabupaten Ciamis, Selasa (14/07/2026).

Isak tangis bahagia bercampur sedih pecah seketika saat prosesi sakral sungkeman pernikahan berlangsung di halaman rumah.

Momen sungkeman pernikahan di Ciamis kali ini terasa sangat berbeda dan begitu menyentuh hati setiap tamu undangan yang hadir. Di tengah kebahagiaan menyambut hari baru, ada ruang rindu yang membuncah karena ketidakhadiran sosok ayah tercinta yang telah berpulang ke Rahmatullah.

Kakak Kandung Gantikan Mendiang Ayah Sebagai Wali Nikah

Ketidakhadiran almarhum sang ayah tentu meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga. Namun, tanggung jawab besar itu didelegasikan dengan penuh ketulusan kepada sang kakak kandung, yang bertindak langsung sebagai pengganti wali nikah mendiang sang ayah.

Sejak awal ritual dimulai, keheningan menyelimuti halaman rumah yang telah dihiasi dekorasi bunga bernuansa putih dan merah tua. Begitu Chandra Oktavia bersimpuh di hadapan ibundanya, Ibu Wati, air mata langsung mengalir membasahi pipi sang calon pengantin.

“Momen ini sangat menguras emosi. Tidak ada seorang anak pun yang ingin melewati hari bahagianya tanpa didampingi sosok ayah. Namun, melihat keikhlasan sang kakak menjadi wali, serta ketegaran Ibu Wati, sungguh membuat siapa saja yang menyaksikan ikut meneteskan air mata,” ujar salah seorang kerabat keluarga yang hadir.

Tangis Pecah di Pelukan Ibu Wati dan Sang Kakak

Puncak keharuan terjadi saat Chandra memeluk erat Ibu Wati dan kemudian beralih bersimpuh di pangkuan sang kakak. Pelukan erat yang diberikan sang kakak seolah menjadi simbol pelindung dan pengganti keteduhan kasih sayang almarhum ayah mereka.

Ibu Wati yang berusaha tegar pun akhirnya tak kuasa menahan air mata. Ia terus mengusap kepala putrinya sembari membisikkan doa-doa terbaik agar bahtera rumah tangga yang akan diarungi Chandra Oktavia senantiasa diliputi keberkahan, sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Para tetangga dan kerabat dekat yang memadati area kediaman di Bojonghuni pun tampak larut dalam kesedihan yang indah tersebut. Banyak di antara mereka yang berkali-kali menyeka air mata menggunakan tisu, merasakan betapa eratnya ikatan kekeluargaan mereka.

Keterbacaan dan Makna Prosesi Sungkeman

Dalam adat pernikahan di Ciamis dan tanah Sunda pada umumnya, sungkeman bukan sekadar formalitas ritual menjelang ijab kabul. Prosesi ini merupakan simbol permohonan maaf atas segala khilaf sejak masa kecil, sekaligus restu terakhir sebelum seorang anak perempuan memulai lembaran hidup baru bersama suaminya.

Meski dilaksanakan secara sederhana di halaman rumah, kekhidmatan acara ini justru terasa begitu kuat.

Kehadiran keluarga besar serta dukungan tulus dari warga Bojonghuni membuktikan bahwa kebersamaan dan rasa gotong royong warga Ciamis masih sangat kental dalam mengantarkan warganya menuju jenjang pernikahan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini