Ciamis, Jabarupdate : Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis meningkatkan kemampuan jurnalistik untuk mendukung penyampaian informasi kebencanaan yang cepat, akurat, dan mudah dipahami masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan jurnalistik bersama Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Galuh Raya, Yosep Trisna, di Aula Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, Rabu (28/10/2026).
Puluhan relawan mengikuti kegiatan ini dengan mempelajari teknik penulisan berita, pengambilan gambar, hingga penyampaian laporan langsung atau live report. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menunjang tugas relawan saat berada di lokasi bencana maupun ketika menghadapi kondisi darurat lainnya.
Tagana Ciamis Pelajari Teknik Jurnalistik
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai cara menyusun naskah berita berdasarkan fakta. Relawan juga mempelajari teknik pengambilan gambar yang relevan untuk memperkuat laporan dari lapangan.
Selain itu, materi live report diberikan agar relawan mampu menyampaikan informasi secara runtut dan jelas. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami situasi yang terjadi tanpa menerima informasi yang membingungkan.
Ketua IJTI Galuh Raya, Yosep Trisna, menekankan bahwa relawan yang berada langsung di lapangan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kebencanaan.
“Relawan yang berada langsung di lapangan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai kondisi bencana. Karena itu, kemampuan menyusun berita, mengambil gambar, dan menyampaikan laporan secara langsung perlu didukung dengan pemahaman jurnalistik yang baik, sehingga informasi yang diterima masyarakat jelas, akurat, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujar Yosep.
Menurutnya, informasi kebencanaan harus disampaikan secara jelas dan terstruktur. Kecepatan pelaporan juga perlu diimbangi dengan ketepatan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Tingkatkan Kecepatan Pelaporan Relawan
Sementara itu, Ketua Tagana Kabupaten Ciamis, Anjar Kurniawan, berharap pelatihan jurnalistik dapat meningkatkan kualitas pelaporan para relawan. Terutama, ketika mereka menemukan kejadian bencana atau kondisi darurat di wilayah masing-masing.
“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap para relawan Tagana bisa lebih cepat dalam melaporkan setiap kejadian di daerahnya masing-masing, baik kejadian bencana maupun kondisi darurat lainnya. Informasi yang disampaikan diharapkan lebih jelas, terstruktur, dan dilengkapi dokumentasi yang mendukung, sehingga dapat menjadi bahan informasi awal untuk membantu proses koordinasi dan penanganan di lapangan,” tuturnya.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan langsung saat relawan menjalankan tugas. Laporan yang disertai dokumentasi memadai dapat membantu memberikan gambaran awal mengenai situasi di lokasi kejadian.
Informasi tersebut juga dapat menjadi bahan pendukung koordinasi antara relawan dan pihak terkait dalam proses penanganan bencana.
Utamakan Akurasi dan Etika Peliputan
Kemampuan jurnalistik menjadi keterampilan pendukung bagi relawan Tagana. Selain membantu proses dokumentasi, keterampilan ini juga dapat memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat dan instansi terkait.
Namun, pelaporan kebencanaan tidak hanya mengutamakan kecepatan. Relawan juga perlu memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya kepada publik.
Ketepatan penggunaan data serta etika dalam mendokumentasikan korban dan warga terdampak juga menjadi hal penting. Dengan begitu, informasi yang disampaikan tetap memperhatikan privasi dan kondisi masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.
Melalui pelatihan jurnalistik ini, relawan Tagana Ciamis diharapkan mampu menghasilkan laporan tertulis dan audiovisual yang lebih sistematis, informatif, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas relawan Tagana Kabupaten Ciamis.
Dengan kemampuan penanganan bencana yang didukung keterampilan komunikasi, relawan diharapkan semakin siap membantu masyarakat, baik melalui aksi di lapangan maupun penyampaian informasi kebencanaan secara bertanggung jawab.




