Tambaksari dalam Angka 2025: Mengupas Potensi Ekonomi, Demografi, dan 15 Daya Tarik Wisata

Tambaksari dalam angka
Kantor Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis/Dok. Badan Pusat Statistik

Ciamis, Jabarupdate: Tambaksari dalam angka menunjukkan kecamatan di Kabupaten Ciamis ini memiliki luas 60,26 km², penduduk 21.556 jiwa pada 2024, serta potensi ekonomi dari pertanian, peternakan, dan 15 objek wisata.

Data terbaru 2025 mengungkap realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mencapai 91% target, produksi perkebunan karet 30,25 ton, dan populasi kambing tertinggi 17.367 ekor.

Kecamatan Tambaksari, salah satu dari 27 kecamatan di Ciamis, Jawa Barat, terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Ibukotanya bernama sama, Tambaksari, dengan ketinggian 842 mdpl dan jarak 60 km dari ibukota kabupaten.

Tambaksari dalam angka 2025 ini menjadi acuan utama bagi investor, wisatawan, dan pemerintah daerah untuk memanfaatkan potensi demografi, ekonomi, serta pariwisata yang unik.

Potensi Ekonomi dan Pertanian yang Menjanjikan

Ekonomi Tambaksari didominasi sektor primer. Luas lahan sawah mencapai 1.671 ha, dengan produksi jagung 201,27 ton dari panen 36,5 ha.

Perkebunan komoditas unggulan meliputi karet seluas 226,50 ha (produksi 30,25 ton), kopi 99,27 ha (64,80 ton), dan kakao 84,73 ha (8,45 ton).

Industri kecil mencatat 137 unit usaha makanan dengan 167 tenaga kerja, serta 5 unit tekstil.

Peternakan kuat dengan 810 ekor sapi potong, 17.367 kambing, 4.582 domba, dan 83 babi. Produksi perikanan dari kolam 214,26 ha menghasilkan 10,38 ton ikan tambak, termasuk mujair 20,98 ton dan nila 15,14 ton.

Hortikultura menyumbang cabai besar 62 kuintal, tomat 160 kuintal, serta buah pepaya dan petai ratusan kuintal.

Realisasi PBB 633,8 juta rupiah (91% dari target 698,1 juta) menandakan kontribusi keuangan daerah yang solid.

Dari data yang dipublikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini menegaskan peran kecamatan sebagai penyokong ekonomi Ciamis melalui agribisnis.

Demografi dan Layanan Publik yang Stabil

Penduduk Tambaksari berjumlah 21.556 jiwa dengan rasio jenis kelamin 97 (97 laki-laki per 100 perempuan).

Mayoritas beragama Islam (21.555 jiwa), didukung 50 masjid dan 136 mushola. Terdiri dari 6 desa berkategori lereng/puncak, 5 desa cepat berkembang, dan 1 mandiri.

Pendidikan mencakup 20 SD negeri (1.265 murid), 2 SMP (545 murid), dan 10 TK swasta.

Kesehatan dilayani 1 Puskesmas dengan rawat inap, 3 puskesmas pembantu, 38 posyandu, serta program KB melebihi target (331 akseptor dari 286).

Tidak ada kasus KDRT sejak 2023. Infrastruktur termasuk 7 menara BTS, 4 wifi publik, 2 pasar, dan 1 kantor pos pembantu.

ASN hanya 8 delapan orang, dengan bantuan sosial untuk 1.109 penerima PKH.

Bencana alam seperti 20 tanah longsor dan 1 banjir pada 2024 ditangani cepat, meski 3 desa rawan longsor.

15 Daya Tarik Wisata sebagai Magnet Utama

Meski tanpa restoran, Tambaksari memiliki 15 daya tarik wisata yang mendominasi wisata alam dan tirta.

Objek unggulan meliputi Gunung Ajug, Kibumi, Gunung Layang, Puncak Maralaya, Bukit Meralaya, Puncang Gohong, dan Pasir Ipis.

Wisata air seperti Curug Sukajaya, Embung Cipari, Cekdam Singapraya, serta arung jeram Cijolang menawarkan petualangan.

Wisata sejarah mencakup Museum Fosil Tambak Sari, Situs Urug Kasang, Situs Gunung Samarang, Situs Gunung Kancana, Geger Sunteun (juga suaka alam), dan Kampung Adat Kuta.

Tambaksari dalam angka 2025 memposisikan kecamatan ini sebagai destinasi ekowisata potensial di Ciamis.

Data Tambaksari dalam angka 2025 ini bersumber dari laporan resmi pemerintah daerah, menawarkan gambaran komprehensif untuk pembangunan berkelanjutan.

Potensi ekonomi, demografi stabil, dan wisata alam menjadi modal utama menuju kecamatan mandiri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini