Ciamis, Jabarupdate: Kabupaten Ciamis terus menunjukkan komitmen dalam menghadapi dampak perubahan iklim di Tatar Galuh ini melalui Program Kampung Iklim (Proklim).
Hingga tahun 2024, tercatat sebanyak 124 lokasi telah berstatus Proklim. Di tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Ciamis menargetkan penambahan 14 lokasi baru untuk memperluas dampak positif program ini.
Program yang dikelola oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim, sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperbaiki kualitas lingkungan hidup.
Langkah Nyata Menuju Ciamis yang Lebih Hijau
Kepala DPRKPLH Ciamis, H. Okta Jabal Nugraha, menjelaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan Proklim.
Menurutnya, upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim hanya bisa tercapai jika masyarakat terlibat langsung.
“Ini mencakup pengelolaan sampah, penghematan energi, dan efisiensi penggunaan sumber daya yang menghasilkan karbon,” ujarnya pada Rabu (12/3/2025).
Sejak tahun 2013, Kabupaten Ciamis telah mendaftarkan 124 lokasi Proklim. Dari jumlah tersebut, 79 lokasi berhasil tercapai hanya dalam kurun waktu empat tahun terakhir.
Pihaknya optimis, target 14 lokasi baru di tahun 2025 bisa terealisasi dengan dukungan masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Strategi untuk Mencapai Target 2025
Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Ciamis telah menyiapkan berbagai strategi. Salah satunya adalah memberikan bimbingan teknis kepada kepala desa dan pegiat lingkungan di puluhan desa dan kelurahan.
Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak terus ditingkatkan, termasuk penyuluh pertanian, penyuluh KB, bidan desa, hingga Kelompok Wanita Tani (KWT).
Kolaborasi juga dilakukan dengan komunitas dan NGO, seperti Yayasan Pojok Rakyat Nusantara, Yayasan Pusaka Indonesia, dan Raksabuana Subhika Indonesia.
“Tidak hanya itu, kami juga menggandeng perguruan tinggi seperti Universitas Siliwangi. Melalui program MBKM dan kegiatan FKIP EDU, kami memperluas sosialisasi Proklim hingga ke masyarakat desa,” jelas Okta.
Dukungan Pemerintah Pusat dan Harapan ke Depan
Pada tahun 2024, pemerintah pusat menargetkan pengembangan 20.000 lokasi Kampung Iklim di seluruh Indonesia.
Meski tidak ada pembagian target resmi untuk setiap daerah, Kabupaten Ciamis tetap berinisiatif untuk berkontribusi aktif.
“Kami juga mengadakan kunjungan lapangan ke lokasi-lokasi potensial untuk memperkenalkan Proklim kepada masyarakat dan stakeholder terkait. Dengan berbagai upaya ini, kami berharap dapat memenuhi target tahun ini,” tegas Okta.
Program Proklim di Ciamis: Investasi Masa Depan
Menurut Okta, program Kampung Iklim menjadi bukti nyata bahwa tindakan lokal dapat memberikan dampak besar terhadap tantangan global.
Dengan kolaborasi yang terus terjalin antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai stakeholder, Kabupaten Ciamis optimis bisa menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.




