Ciamis, Jabarupdate: Melestarikan kesenian tradisional menjadi tugas bersama di tengah modernisasi yang terus berkembang.
Di Kabupaten Ciamis, berbagai seni tradisional khas Tatar Galuh mulai kehilangan pamor dan terancam punah.
Untuk itu, Disbudpora Ciamis bersama para praktisi seni terus berupaya menjaga warisan budaya ini agar tetap hidup dan bisa diwariskan kepada generasi mendatang.
Mereka mendorong pemerintah daerah untuk membentuk Dewan Kesenian Ciamis sebagai wadah yang menaungi berbagai aktivitas seni, baik tradisional maupun modern.
Praktisi Seni Ciamis Prihatin
Didon, salah seorang praktisi seni di Ciamis, menyampaikan bahwa minimnya kegiatan yang menampilkan kesenian tradisional memicu kekhawatiran para seniman.
Ia menegaskan, sekarang ini, hampir tidak ada lagi kegiatan yang menanggap sajak atau wayang. “Kondisi ini membuat kami khawatir seni tradisional akan hilang begitu saja,” ujar Didon, beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, pembentukan Dewan Kesenian Ciamis diharapkan dapat menjadi solusi untuk melestarikan seni tradisional.
Menurutnya, tidak adanya pewaris, jarangnya pertunjukan, dan kurangnya wadah resmi menjadi faktor utama yang mengancam keberlangsungan seni tradisional di Ciamis.
Peran Disbudpora Ciamis
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Disbudpora Ciamis, Ega Anggara Al Kautsar, menyampaikan bahwa pembentukan Dewan Kesenian masih dalam proses penyamaan persepsi antara pemerintah dan praktisi seni.
Saat ini, pihaknya sedang menyamakan persepsi untuk memastikan Dewan Kesenian dapat menjadi media silaturahmi serta alat pelestarian seni tradisional dan modern.
Menurut Ega, salah satu tugas penting Dewan Kesenian adalah melakukan inventarisasi dan kurasi seni tradisional Ciamis.
Selain itu, revitalisasi seni tradisional menjadi langkah prioritas mengingat banyak seni yang sudah tidak memiliki pewaris, seperti sisinglay dan beluk.
“Revitalisasi ini sangat penting. Seni tradisional seperti Ronggeng Gunung juga sedang kami upayakan agar tidak punah. Kesenian yang masih eksis, seperti godang buhun, ginjring ronyok, dan gembyung, perlu terus didukung agar tetap hidup,” tambahnya.
Harapan untuk Masa Depan
Melalui pembentukan Dewan Kesenian Ciamis, Disbudpora berharap dapat menjamin kelestarian seni tradisional Tatar Galuh.
Kesenian yang masih bertahan diharapkan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya, sementara seni yang terancam punah perlu direvitalisasi agar kembali hidup.
“Dorongan dari para seniman sangat berarti. Kami ingin seni tradisional ini tetap ada dan menjadi kebanggaan masyarakat Ciamis,” kata Ega.
Pelestarian seni tradisional bukan hanya soal menjaga warisan budaya, tetapi juga cara untuk membangun identitas daerah yang kuat.
Dengan sinergi antara Disbudpora, praktisi seni, dan masyarakat, harapan untuk seni tradisional Ciamis tetap hidup semakin terbuka.




