Ciamis, Jabarupdate: Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Sopwan Ismail, menegaskan bahwa anggapan Bupati Herdiat Sunarya “diam” dalam proses pengisian jabatan Wakil Bupati (Wabup) Ciamis adalah keliru.
Menurutnya, kerja politik untuk mengisi kekosongan Wabup justru harus berjalan senyap, tanpa gaduh, meski proses konsolidasi partai politik penuh tantangan.
“Kerja politik seperti ini memang harus silent,” ujar Sopwan, Sabtu (27/9/2025).
Wakil Ketua DPRD Ciamis ini menjelaskan bahwa memilih kandidat Wabup bukan perkara mudah.
“Memilih siapa Wabup terbaik sama sulitnya dengan memutuskan apakah akan ada Wabup atau tidak, karena ini rangkaian,” katanya.
Ia menambahkan bahwa jika tidak ditemukan sosok yang tepat, besar kemungkinan Ciamis akan tetap tanpa wakil bupati hingga akhir masa jabatan.
Konsolidasi Partai Jadi Tantangan
Proses pengisian Wakil Bupati Ciamis, menurut Sopwan, tidak hanya bergantung pada keinginan Bupati Herdiat, tetapi juga pada konsolidasi partai politik dalam koalisi.
“Ada saja satu parpol macet, berbeda sikap. Ini tidak akan jalan,” ungkap dia.
Konsolidasi yang sulit ini menjadi salah satu alasan mengapa proses politik berjalan secara senyap, tanpa publikasi berlebihan.
Meski demikian, Sopwan yakin Herdiat serius memikirkan pengisian jabatan wakil bupati di sela-sela kesibukannya menjalankan roda pemerintahan.
“Saya percaya Bupati berpikir serius soal ini,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa kerja politik sedang berproses, baik dari sisi partai politik maupun Bupati sendiri.
Pilihan Tanpa Wabup Bukan Kemustahilan
Sopwan juga membuka kemungkinan bahwa Ciamis bisa saja tidak memiliki Wabup hingga akhir periode kepemimpinan Herdiat.
“Kita tunggu saja, meskipun akhirnya harus tanpa Wakil Bupati,” tegas dia.
Keputusan ini, menurutnya, bergantung pada hasil ikhtiar dan pertimbangan matang, baik dari Bupati maupun partai koalisi.




