Kota Tasikmalaya Penghasil Apa? Ini Daftar Komoditas Unggulan Tahun 2024

Kota Tasikmalaya Penghasil Apa?
Instalasi tulisan I Love Kota Tasikmalaya yang menjadi ikon kota dan sering dijadikan spot swafoto warga maupun wisatawan/Jabarupdate.id

Kota Tasikmalaya, Jabarupdate: Kota Tasikmalaya menunjukkan posisinya sebagai salah satu daerah dengan struktur ekonomi yang kuat di wilayah Priangan Timur. Pertanyaan “Kota Tasikmalaya penghasil apa?” dapat dijawab melalui data resmi tahun 2024.

Dari data tersebut, terlihat bahwa kota ini sebagai pusat perdagangan dan jasa, sekaligus sentra berbagai komoditas pertanian, perikanan, hingga industri pengolahan.

Dominasi sektor jasa dan perdagangan menjadi penggerak utama roda perekonomian, namun kontribusi dari pertanian, perkebunan, dan perikanan tetap menjadi penopang penting produksi daerah.

Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Tasikmalaya tahun 2024, sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor memberikan kontribusi tertinggi, yakni 21,24 persen dari total PDRB.

Disusul sektor Konstruksi yang menyumbang 15,19 persen, serta Industri Pengolahan dengan kontribusi 13,41 persen.

Sektor lain seperti Transportasi dan Pergudangan (10,85 persen) serta Jasa Keuangan dan Asuransi (10,22 persen) turut memperkuat struktur ekonomi kota ini dan menunjukkan bahwa aktivitas jasa masih menjadi tulang punggung utama.

Di luar sektor perdagangan dan jasa, potensi pertanian Kota Tasikmalaya juga mencatat hasil yang signifikan sepanjang tahun 2024.

Untuk kategori hortikultura, ketimun menjadi komoditas sayuran terbesar dengan total produksi 5.313,63 kuintal.

Cabai turut menjadi komoditas penting melalui dua jenis unggulan, yaitu Cabai Besar/TW/Teropong (1.245,44 kuintal) dan Cabai Rawit (1.166,86 kuintal).

Di kelompok buah tahunan, durian mendominasi dengan produksi mencapai 6.307 kuintal, sementara pepaya dan pisang masing-masing menyumbang 4.280,59 kuintal dan 2.517,32 kuintal.

Produksi tanaman pangan juga menjadi bagian penting yang menjawab pertanyaan “Kota Tasikmalaya penghasil apa?” Produksi padi mencapai 58.676,29 ton atau menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Priangan Timur.

Selain itu, tanaman biofarmaka memberikan kontribusi besar, terutama jahe dengan produksi sebesar 482.235 kilogram.

Dari sektor perkebunan rakyat, kelapa menjadi komoditas tertinggi dengan produksi 560,90 ton.

Produksi perikanan budidaya turut menjadi kekuatan ekonomi lainnya. Sepanjang 2024, total produksi perikanan mencapai 9.989,73 ton, terdiri dari 9.341,98 ton hasil budidaya kolam dan 647,75 ton dari sawah.

Tingginya produksi ini membuat Tasikmalaya tetap relevan sebagai sentra perikanan budidaya di wilayah perkotaan.

Di sektor industri, Kota Tasikmalaya didominasi industri makanan yang mencatat 8.017 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 12.097 orang.

Industri pakaian jadi juga berkembang signifikan dengan 633 perusahaan yang menyerap 2.591 pekerja.

Sementara itu, subsektor jasa pariwisata menggerakkan aktivitas ekonomi harian melalui 520 rumah makan/restoran dan 52 hotel yang tersebar di berbagai kecamatan.

Kontribusi per kecamatan turut memperkuat keberagaman komoditas unggulan. Kecamatan Mangkubumi menjadi sentra produksi padi terbesar dengan total 12.843,93 ton dan juga penghasil ketimun terkemuka.

Kawalu dikenal sebagai wilayah dengan produksi durian dan pepaya paling dominan, selain didukung hasil budidaya ikan kolam yang tinggi.

Kecamatan Tamansari melengkapi daftar sebagai penghasil durian terbesar dan sentra jagung dengan produksi mencapai 613,67 ton GKG.

Sementara itu, Bungursari menjadi pusat produksi cabai besar dan cabai rawit, sekaligus kawasan dengan produksi perikanan tertinggi.

Di sisi lain, Kecamatan Tawang dan Cihideung berperan sebagai pusat jasa dengan jumlah restoran dan hotel terbanyak, menjadikan kedua wilayah ini titik aktivitas ekonomi harian masyarakat.

Dengan keragaman komoditas dan kekuatan sektor jasa, Kota Tasikmalaya dapat diibaratkan sebagai sebuah tubuh yang saling terhubung. Perdagangan dan jasa berfungsi sebagai sistem peredaran darah yang menggerakkan aliran ekonomi.

Industri pengolahan menjadi otot penghasil produk, sementara sektor pertanian dan perikanan bertindak sebagai organ vital yang menyediakan bahan pangan dan komoditas unggulan.

Melalui data produksi 2024, pertanyaan “Kota Tasikmalaya penghasil apa?” terjawab dengan jelas: kota ini merupakan pusat jasa yang kuat, sekaligus produsen berbagai komoditas unggulan seperti padi, durian, ketimun, cabai, ikan budidaya, hingga produk industri makanan dan pakaian jadi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini