Ciamis, Jabarupdate,- Masyarakat Kabupaten Ciamis diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya penipuan yang mengatasnamakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Ciamis. Modus penipuan ini menyasar pelaku usaha dengan dalih pengurusan izin usaha.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Ciamis, Eka Permana Oktaviana memberikan pernyataan tegas menyusul maraknya aksi penipuan yang menyasar para pelaku usaha di wilayah Ciamis.
Dalam keterangannya Eka menyoroti adanya oknum yang sengaja memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat untuk mencari keuntungan pribadi.
“Saya tegaskan bahwa terdapat oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan pungutan liar untuk pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI),” tegasnya.
Eka menjelaskan bahwa seluruh proses perizinan tersebut tidak dipungut biaya sepeser pun. Ia meminta masyarakat untuk lebih jeli dalam mengenali modus para pelaku yang nekat mendatangi rumah warga secara langsung.
“DPMPTSP Kabupaten Ciamis tidak pernah memungut biaya dalam pengurusan izin apa pun. NIB itu berlaku selama usaha berjalan dan tidak ada istilah perpanjangan berbayar. Pelaku sering menggunakan kendaraan bermotor dengan nomor polisi D 31223 C.” jelasnya.
Eka mengungkapkan terkait adanya laporan mengenai oknum yang menggunakan kendaraan operasional tertentu, Eka menghimbau agar warga segera mengambil tindakan preventif.
“Jika ada pihak yang datang mengatasnamakan dinas dan meminta sejumlah uang, segera laporkan ke pemerintah setempat atau pihak berwajib. Penambahan KBLI bisa dilakukan datang langsung ke kantor kami tanpa biaya atau gratis,” ungkapnya.
Melalui edukasi dan peringatan keras ini, Eka berharap agar ekosistem investasi dan perizinan di Ciamis tetap kondusif.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi benteng pertama dalam melawan praktik penipuan ini. Dengan dukungan masyarakat yang cerdas dan waspada, kami yakin Kabupaten Ciamis dapat menjadi daerah yang ramah bagi para pelaku usaha jujur dan bersih,” pungkasnya. (Rizal NR)




