Ciamis, Jabarupdate,- Di saat mayoritas masyarakat larut dalam euforia pergantian tahun, aparatur Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis justru memilih jalan pengabdian.
Mereka tetap bersiaga memberikan pelayanan administrasi kependudukan bagi warga yang sangat membutuhkan, bahkan hingga lintas daerah pada Rabu malam (31/12/2025).
Tim “Jemput Bola” Disdukcapil Ciamis mendatangi RSUD Banjar untuk melakukan perekaman KTP-el bagi seorang lansia asal Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok.
Langkah proaktif ini diambil mengingat kondisi kesehatan warga kelahiran 1950 tersebut yang tidak memungkinkan untuk datang langsung ke kantor pelayanan.
Meski harus menempuh perjalanan lintas kota/kabupaten di tengah hiruk pikuk malam tahun baru, tim teknis tetap sigap membawa perangkat perekaman portabel. Di ruang perawatan, petugas dengan hati-hati melakukan pengambilan data biometrik, mulai dari foto wajah, sidik jari, hingga tanda tangan elektronik pasien.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Ciamis, Yayan M. Supyan, menegaskan bahwa tugas ini merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap masyarakat, terutama kelompok rentan.
“Malam tahun baru tidak menjadi alasan untuk menghentikan pelayanan. Hak administrasi kependudukan warga harus tetap dipenuhi kapan pun dibutuhkan. Ini adalah soal pengabdian,” ujarnya
Yayan menambahkan bahwa semangat tim di lapangan mencerminkan komitmen kolektif Disdukcapil Ciamis dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima, profesional, dan berorientasi pada kemanusiaan.
“Program Jemput Bola ini memang diprioritaskan untuk warga dengan keterbatasan mobilitas, seperti lansia dan penyandang disabilitas,” ujarnya
Langkah ini juga sejalan dengan visi Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, yang menekankan tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan memiliki KTP-el, warga yang bersangkutan kini memiliki akses legal untuk mendapatkan berbagai layanan publik lainnya, seperti jaminan kesehatan, bantuan sosial, serta administrasi pemerintahan lainnya,” ungkapnya.
Yayan berharap kepemilikan identitas resmi ini menjadi kunci bagi pasien lansia tersebut untuk mendapatkan penanganan medis dan bantuan dari pemerintah secara lebih mudah ke depannya.
“Kami berharap masyarakat tidak sungkan untuk melapor jika ada keluarga atau tetangganya yang sakit dan belum memiliki KTP-el. Jangan tunggu sampai ada kendala di rumah sakit. Kami siap menjemput bola demi memastikan tidak ada satu pun warga Ciamis yang kehilangan haknya sebagai warga negara,” pungkasnya (Rizal NR)




