Tren Positif! Angka Konsumsi Ikan Masyarakat Ciamis Melebihi Provinsi

CIAMIS, jabarupdate.id,- Kesadaran masyarakat Kabupaten Ciamis terhadap pentingnya asupan protein hewani terus menunjukkan tren positif.

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis mencatat, Angka Konsumsi Ikan Masyarakat (KIM) tahun 2025 berhasil mencapai 21,52 kilogram per kapita.

Capaian tersebut tergolong sangat baik karena melampaui rata-rata konsumsi ikan masyarakat Provinsi Jawa Barat yang berada di angka 20,10 kilogram per kapita.

Kepala Disnakkan Kabupaten Ciamis, A. Wahyu Radityananto melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesmavet, drh. Asri Kurnia, menjelaskan bahwa KIM merupakan pembaruan istilah dari sebelumnya Angka Konsumsi Ikan (AKI).

Menurutnya, perubahan nomenklatur tersebut mengacu pada kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP) terkait sistem penghitungan konsumsi ikan masyarakat.

“Jadi ada transisi perubahan nama dari Angka Konsumsi Ikan menjadi Konsumsi Ikan Masyarakat. Perubahannya bukan sekadar nama, tetapi juga pada parameter perhitungannya yang kini jauh lebih komprehensif,” ujar Asri, Kamis (05/03/2026).

Ia menjelaskan, jika sebelumnya AKI hanya menghitung konsumsi ikan di tingkat rumah tangga, kini KIM mencakup sektor yang lebih luas, termasuk konsumsi di hotel, restoran, serta dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Untuk parameter perhitungan KIM, data yang dihitung mencakup konsumsi rumah tangga, hotel, restoran, hingga konsumsi yang tidak tercatat langsung seperti di SPPG atau dapur MBG. Dalam program MBG ini, banyak komoditas ikan masuk ke Ciamis, termasuk ikan fillet dari luar daerah,” tuturnya.

Asri menilai, tingginya angka KIM di Tatar Galuh Ciamis menjadi sinyal positif terhadap daya beli sekaligus perubahan pola pikir masyarakat yang semakin memprioritaskan belanja pangan bergizi.

“Ini menjadi indikasi bahwa sosialisasi pemerintah tentang pentingnya gemar makan ikan mulai membuahkan hasil. Masyarakat kini semakin sadar bahwa investasi terbaik adalah pada kesehatan dan gizi keluarga,” terangnya.

Ke depan, pihaknya akan terus menggencarkan sosialisasi dan kampanye gemar makan ikan guna menjaga konsistensi tren positif tersebut.

“Upaya jemput bola melalui edukasi dan kampanye akan terus kami lakukan agar kesadaran konsumsi ikan di masyarakat tetap terjaga dan meningkat,” pungkasnya.
(Adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini