CIAMIS, Jabarupdate: Pemerintah Kabupaten Ciamis terus bergerak masif dalam menekan angka stunting melalui berbagai program lintas sektor.
Salah satu lini terdepan dalam intervensi sensitif ini adalah Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis, yang berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat melalui peningkatan konsumsi protein hewani.
Kepala Disnakkan Kabupaten Ciamis, Anton Radityananto, menyatakan bahwa ketersediaan pangan asal hewan dan komoditas perikanan yang berkualitas dan terjangkau memegang peranan krusial dalam mencegah terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak (stunting).
“Stunting bukan hanya urusan dinas kesehatan. Kami di Disnakkan mengambil peran hulu, yaitu memastikan pasokan protein hewani seperti telur, susu, daging, dan ikan tidak hanya tersedia secara kuantitas, tetapi juga aman dikonsumsi dan didistribusikan tepat sasaran, terutama ke lokus-lokus stunting,” ujar Anton saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (26/06/2026).
Strategi Hulu dan Program Unggulan
Menurut Anton, pihaknya telah merumuskan sejumlah strategi jangka pendek dan jangka panjang untuk mendukung target zero stunting di Tatar Galuh.
“Beberapa langkah konkret yang sedang dijalankan antara lain,
Kampanye Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan), Menyasar anak-anak usia sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya omega-3 dan protein ikan dalam perkembangan otak anak. Bantuan Stimulus Ternak dan Bibit Ikan, Memberikan bantuan berupa bibit ayam petelur atau bibit ikan kepada keluarga berisiko stunting di pedesaan, agar mereka mandiri dalam menyediakan pangan bergizi secara mandiri, serta Pengawasan Keamanan Pangan, Memastikan produk peternakan dan perikanan yang beredar di pasar Ciamis berstatus Aman, Sehat, Utuh, dan Halal,” ucapnya.
Kolaborasi Lintas Sektor
Anton menambahkan, keberhasilan penurunan stunting di Ciamis tidak lepas dari kerja sama yang solid dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Data pemetaan wilayah stunting dari Dinas Kesehatan menjadi acuan Disnakkan dalam menyalurkan program bantuan intervensi gizi.
“Kami berharap, melalui edukasi yang konsisten dan kemudahan akses terhadap protein hewani, kesadaran masyarakat Ciamis akan pentingnya gizi seimbang terus meningkat. Anak-anak Ciamis harus tumbuh sehat, cerdas, dan bebas stunting demi menyongsong masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Dengan perpaduan program yang tepat sasaran ini, Pemkab Ciamis optimis angka prevalensi stunting di wilayahnya akan terus mengalami penurunan signifikan secara berkelanjutan.




