
Jawa Barat, Jabarupdate: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali melakukan inspeksi mendadak ke Subang pada Kamis (6/8/2026).
Sosok yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM itu, memimpin agenda sidak tambang ilegal yang memanipulasi izin klaser untuk menutupi aktivitas penggalian liar.
Oleh karena itu, Dedi langsung menutup paksa operasional perusahaan yang sangat meresahkan warga sekitar tersebut.
​Selain itu, keberadaan aktivitas tambang ini sangat merugikan kondisi lingkungan masyarakat sekitar setiap harinya.
Debu tebal dari lokasi galian terus berterbangan hingga merusak ladang tanaman nanas milik petani setempat.
Sementara itu, barisan truk pengangkut batu yang selalu kelebihan muatan terus menghancurkan infrastruktur jalan desa.
​Temuan Fakta Saat Sidak Tambang Ilegal
​Dalam kunjungan tersebut, Dedi menemukan banyak kejanggalan serius pada dokumen perizinan operasi penambangan batu.
Pihak pengelola awalnya mengaku di lapangan hanya memecah sisa batu dari wilayah Sumedang. “Ini perusahaan klaser tapi batunya nambang di sini,” ungkap Dedi dalam siaran video di kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Kamis (6/8/2026).
​
Sementara itu, pihak pengelola berdalih bahwa mereka hanya menghabiskan sisa tumpukan stok batu lama.
Namun, Dedi dengan tegas membantah alasan manipulatif tersebut karena melihat tambang terus berproduksi setiap hari. Oleh karena itu, ia memastikan seluruh aktivitas galian dihentikan secara total pada hari itu juga.
​Solusi Dedi Mulyadi untuk Nasib Pekerja Tambang
Penutupan tambang ilegal tentu berdampak langsung pada hilangnya mata pencaharian harian bagi para pekerjanya.
Akan tetapi, Dedi tidak membiarkan warga miskin kehilangan sumber pendapatan dengan menghadirkan solusi yang manusiawi. Sebaliknya, ia langsung merekrut seluruh pekerja tambang tersebut sebagai tenaga kontrak di Dinas Pekerjaan Umum.
​Di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum, para pekerja ditugaskan untuk memperbaiki jalan raya provinsi.
“Daripada menjual batu dan merusak jalan, lebih baik kalian bekerja memperbaiki infrastruktur,” tegas Dedi di lokasi.
Selain itu, mereka turut dijanjikan bayaran harian layak beserta jaminan asuransi BPJS Ketenagakerjaan secara penuh.
​Bantuan Tunai Sembari Menunggu Jadwal Kerja PU
Para mantan pekerja tambang liar ini akan resmi mulai bekerja pada awal bulan September mendatang.
Sementara itu, Dedi memberikan uang tunai satu juta rupiah per orang sebagai kompensasi masa tunggu. Bantuan kompensasi finansial ini sontak langsung disambut rasa antusias dan haru oleh puluhan pekerja setempat.
​Selanjutnya, Dedi memberikan ragam pesan moral khusus kepada para pekerja yang telah direkrut tersebut.
Ia meminta mereka selalu bekerja secara jujur, menjaga keutuhan keluarga, dan tidak mengkhianati sang istri.
Langkah taktis ini terbukti sukses memberantas kerusakan lingkungan tanpa harus mengorbankan urusan perut rakyat kecil.
​Sayembara Pencarian Warga Hilang Asal Brebes
Di sela-sela agenda penutupan tambang, Dedi turut menanggapi laporan hilangnya seorang warga bernama Heni Listiani.
Wanita asal wilayah Brebes tersebut dilaporkan telah lama menghilang oleh pihak keluarganya sejak delapan tahun silam.
Oleh karena itu, Dedi mengimbau masyarakat agar segera mengantarkan Heni ke Lembur Pakuan jika berhasil menemukannya.



