Jelang Pemilu 2029, Agun Gunandjar Ingatkan Bahaya Politik Uang

Agun Gunanjar Bahaya Politik Uang
Keterangan Foto: Anggota DPR RI dari Partai Golkar Agun Gunanjar Sudarsa, Ingatkan Bahaya Politik Uang/Rizal Nurramdhani/Jabarupdate.id

Ciamis, Jabarupdate : Anggota DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa mengingatkan masyarakat agar mewaspadai praktik politik uang menjelang Pemilu 2029.

Ia mengajak pemilih menentukan pilihan berdasarkan rekam jejak, kapasitas, visi, misi, serta integritas calon, bukan karena imbalan materi.

Pesan tersebut disampaikan Agun dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 di Hotel Tyara Plaza, Kabupaten Ciamis, Senin (26/10/2026).

Menurut Agun, pilihan masyarakat dalam pemilu memiliki dampak jangka panjang. Sebab, pemimpin dan wakil rakyat yang terpilih akan ikut menentukan arah kebijakan serta kualitas pelayanan publik selama lima tahun berikutnya.

Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa suara dalam pemilu bukan sekadar formalitas. Setiap pilihan merupakan bentuk tanggung jawab untuk menentukan masa depan daerah dan bangsa.

Agun Gunandjar Soroti Politik Uang dalam Pemilu

Agun, politisi Partai Golkar yang telah menjadi anggota DPR RI selama tujuh periode sejak 1997, menilai praktik politik uang menjadi salah satu tantangan dalam membangun demokrasi yang berkualitas.

Ia menyoroti pentingnya memberikan kesempatan kepada setiap calon berdasarkan kemampuan dan pengalaman. Kekuatan finansial, menurut pesan yang disampaikannya dalam sosialisasi, tidak semestinya menjadi penentu utama bagi pemilih.

“Politik tidak harus dengan uang. Pemilih harus melihat visi, misi, program, dan integritas calon,” tuturnya.

Pendidikan pemilih, lanjutnya, perlu diarahkan agar masyarakat mampu menilai calon secara objektif. Dengan begitu, keputusan politik tidak mudah dipengaruhi pemberian materi atau kepentingan sesaat.

Agun berharap masyarakat semakin memahami hubungan antara pilihan dalam pemilu dan kualitas pemerintahan yang akan terbentuk. Pemilih perlu mempertimbangkan kemampuan calon dalam menjalankan amanah serta memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Generasi Muda Perlu Dibekali Pendidikan Politik

Selain menyoroti politik uang, Agun mendorong penguatan pendidikan politik bagi generasi muda, khususnya pelajar SMA, SMK, dan mahasiswa.

Menurutnya, pemilih muda perlu memahami Pancasila, prinsip demokrasi, serta tanggung jawab dalam menggunakan hak pilih. Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting sebelum mereka terlibat dalam proses pemilu.

Tantangan pendidikan politik juga semakin besar seiring perkembangan teknologi digital dan penggunaan media sosial.

“Arus informasi yang cepat menuntut masyarakat lebih kritis dalam menerima berita maupun informasi mengenai calon pemimpin,” ungkapnya.

Karena itu, pemilih perlu membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi dan menelusuri rekam jejak calon sebelum menentukan pilihan.

Agun juga menekankan bahwa partisipasi masyarakat tidak cukup hanya ditunjukkan dengan datang ke tempat pemungutan suara. Pemilih perlu memahami pilihan yang diambil beserta konsekuensinya terhadap kebijakan publik.

Ia berharap pendidikan pemilih berkelanjutan mampu membentuk masyarakat yang mandiri, rasional, dan bertanggung jawab dalam menentukan pemimpin.

KPU Ciamis Perkuat Pendidikan Pemilih Pemula

Ketua KPU Kabupaten Ciamis, Oong Ramdani, mengapresiasi pelaksanaan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 tersebut.

Menurut Oong, pendidikan pemilih perlu dilakukan secara konsisten agar masyarakat semakin memahami proses demokrasi. Kualitas pemilu tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara, tetapi juga oleh pemahaman masyarakat dalam menggunakan hak pilih.

KPU Ciamis turut menjalankan edukasi politik bagi kalangan muda, termasuk melalui kegiatan di lingkungan sekolah. Upaya tersebut dapat disinergikan dengan sosialisasi yang melibatkan DPR RI agar jangkauan pendidikan pemilih semakin luas.

Oong menyebutkan, berdasarkan pendataan pemilih berkelanjutan pada periode semester sebelumnya, jumlah pemilih pemula di Ciamis diperkirakan meningkat mendekati 50 persen.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pemilih pemula membutuhkan informasi yang memadai sebelum menentukan pilihan. Edukasi sejak dini diharapkan membantu mereka mengenali proses pemilu sekaligus memahami pentingnya memilih berdasarkan pertimbangan yang matang.

Ia berharap Pemilu 2029 dapat berlangsung lebih baik dengan dukungan pemilih yang kritis, tidak mudah terpengaruh politik uang, serta mempertimbangkan visi, misi, program, dan integritas calon.

Pendidikan Pemilih Menjadi Bekal Menuju 2029

Sosialisasi pendidikan pemilih berkelanjutan menjadi salah satu upaya membangun kesadaran masyarakat menjelang Pemilu 2029. Kegiatan ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan partisipasi, tetapi juga mendorong kualitas keputusan politik masyarakat.

Sinergi DPR RI dan KPU diharapkan dapat memperluas akses pendidikan politik, terutama bagi generasi muda di Kabupaten Ciamis.

Dengan informasi yang memadai, masyarakat diharapkan mampu membedakan pilihan berdasarkan program dan kapasitas calon dari pilihan yang dipengaruhi imbalan sesaat.

Menjelang Pemilu 2029, pesan yang perlu terus diperkuat adalah pentingnya menjaga integritas demokrasi. Pemilih yang cerdas diharapkan tidak mudah tergiur politik uang dan berani menentukan pilihan berdasarkan kepentingan masyarakat dalam jangka panjang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini