Begini Cara SPPG Asta Manggala Cimaragas Susun Menu Sehat Berbasis Angka Kecukupan Gizi

SPPG Asta Manggala Cimaragas
PIC SPPG Asta Manggala Cimaragas, Muhammad Syahrizal, memaparkan standar perhitungan gizi berbasis AKG nasional dan software nutrisurvey pada Rabu (14/1/2026)/Jabarupdate.id

Ciamis, Jabarupdate: Kualitas nutrisi dalam program makanan bergizi bagi anak sekolah menjadi prioritas utama bagi Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Asta Manggala, Cimaragas.

Pada Rabu (14/1/2026), lembaga tersebut memaparkan komitmennya dalam menerapkan standar perhitungan gizi yang saintifik dan akuntabel.

PIC SPPG Asta Manggala Cimaragas Muhammad Syahrizal, menjelaskan bahwa proses penyusunan menu di lembaganya tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui tahapan audit gizi.

“Proses penyusunan menu di SPPG Asta Manggala ini sama sekali tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap hidangan yang sampai ke meja makan siswa telah melewati tahapan audit gizi yang mendalam untuk menjamin kualitasnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syahrizal mengungkapkan langkah pertama yang dilakukan tim SPPG Asta Manggala Cimaragas adalah menentukan standar porsi yang mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) nasional.

Kebutuhan kalori rata-rata anak sekolah berkisar antara 1.900 hingga 2.100 kkal per hari.

“Kami mengambil peran untuk memenuhi sekitar 30-35 persen dari total kebutuhan kalori harian tersebut melalui satu kali porsi makan siang yang seimbang,” ujarnya.

Bahkan Syahrizal menambahkan demi menjaga akurasi, SPPG Asta Manggala menggunakan perangkat lunak nutrisurvey.

Sebelum bahan makanan masuk ke dapur untuk dimasak, ahli gizi melakukan perhitungan detail terhadap kandungan makronutrien setiap bahan.

“Setiap bahan makanan ditimbang berat bersihnya atau yang dikenal dengan istilah Edible Portion (EDD). Kami menghitung secara rinci mulai dari karbohidrat, protein, hingga seratnya,” tambahnya.

Berdasarkan standar yang ditetapkan di SPPG Asta Manggala ini komposisi satu porsi makanan terdiri dari:

1. Karbohidrat: 35% – 45% (sebagai sumber energi utama)

2. Protein: 20% – 25% (untuk pertumbuhan dan perbaikan sel)

3. Serat/Sayuran: 30% (mendukung pencernaan)

4. Buah-buahan: Sebagai pelengkap vitamin dan mineral esensial.

Syahrizal berharap dengan perhitungan berat bersih (EDD), SPPG memastikan tidak ada nutrisi yang terbuang sia-sia dan jumlah kalori yang masuk ke tubuh siswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan usia.

“Amanah kami bukan hanya sekadar mengenyangkan, tapi memastikan anak-anak di Cimaragas mendapatkan hak nutrisi yang optimal demi mendukung konsentrasi belajar dan tumbuh kembang mereka,” tegas Syahrizal.

Kehadiran SPPG Asta Manggala Cimaragas dengan sistem perhitungan gizi yang modern ini diharapkan menjadi barometer pelayanan gizi yang akuntabel dan profesional di wilayah Kabupaten Ciamis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini