
Bandung, Jabarupdate: Pemerintah Kabupaten Bandung tengah mematangkan persiapan perhelatan ajang lari berskala besar, Bandung Bedas Run 2026.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menetapkan target strategis agar acara olahraga ini dapat terus berkembang dan naik kelas menjadi kompetisi berskala internasional.
Berdasarkan siaran resmi dari Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Kabupaten Bandung, visi tersebut mulai diwujudkan melalui agenda pemanasan bertajuk Road to Bandung Bedas Run 2026 yang digelar pada Minggu (9/8/2026).
Langkah ini diambil oleh pemerintah daerah tidak hanya untuk menggalakkan gaya hidup sehat, tetapi juga sebagai strategi krusial untuk memajukan sektor pariwisata olahraga (sport tourism) dan memperkuat identitas kota (city branding).
Sebagai langkah awal menuju acara puncak, Bupati Bandung terpantau terjun langsung mengikuti agenda Road to Bandung Bedas Run 2026.
Dilansir dari unggahan resmi Prokopim Kabupaten Bandung, kegiatan pendahuluan ini diinisiasi oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Bandung.
Rute lari pemanasan tersebut mengambil titik awal dari Rumah Dinas Bupati dan berakhir di Kopi Insight Soreang. Kegiatan tersebut sekaligus menandai dimulainya hitung mundur menuju acara utama yang dijadwalkan berlangsung pada 6 September 2026 mendatang.
Hingga saat ini, pihak penyelenggara mencatat antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat luas. Tercatat sekitar 3.240 peserta telah resmi mendaftarkan diri.
Angka tersebut diproyeksikan akan terus mengalami peningkatan secara signifikan mengingat jendela pendaftaran masih dibuka untuk publik hingga batas waktu 17 Agustus 2026.
Pada penyelenggaraan tahun ini, ajang lari tersebut secara khusus menawarkan dua kategori jarak utama, yakni lintasan 5 Kilometer (5K) dan 10 Kilometer (10K), yang rutenya dirancang untuk melintasi berbagai titik strategis di wilayah Kabupaten Bandung.
Lebih lanjut, terdapat perbedaan mencolok pada perhelatan tahun ini dibandingkan dengan edisi sebelumnya.
Panitia menetapkan area Stadion Si Jalak Harupat sebagai pusat kegiatan untuk titik awal (start) sekaligus titik akhir (finish) lintasan lari.
Pemilihan lokasi berskala nasional ini diposisikan sebagai salah satu daya tarik utama acara. Antusiasme pelari pun tidak terbatas pada warga lokal semata.
Berdasarkan data penyelenggara, sedikitnya 27 komunitas lari yang berasal dari Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Garut, hingga Jakarta turut ambil bagian.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sekitar 14 persen dari total peserta berasal dari luar wilayah Provinsi Jawa Barat, yang mengindikasikan semakin meluasnya daya tarik acara ini di level nasional.
Bagi Bupati Dadang Supriatna, penyelenggaraan acara olahraga dengan partisipasi massa yang besar ini harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan daerah.
Acara lari massal ini diarahkan agar tidak berhenti sekadar sebagai sarana peningkatan kebugaran fisik masyarakat.
Pemerintah daerah memproyeksikan ajang ini sebagai motor penggerak strategis untuk pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pertumbuhan industri ekonomi kreatif, serta akselerasi roda perekonomian lokal secara menyeluruh.
Bupati Bandung menaruh harapan besar agar acara ini terus berinovasi dan meningkatkan standar pelaksanaannya hingga kelak diakui sebagai agenda olahraga berskala internasional.
Ke depannya, ajang ini diharapkan tidak hanya sukses menghadirkan masyarakat yang semakin aktif dan sehat, tetapi juga secara konsisten memperkuat identitas Kabupaten Bandung sebagai wilayah yang memiliki ekosistem olahraga yang matang, potensi pariwisata yang kuat, dan sektor ekonomi kreatif yang terus berkembang pesat.



