Olahraga, Jabarupdate: Bek andalan Persib Bandung, Federico Barba, pulang ke Italia untuk melanjutkan proses pemulihan cedera.
Keputusan ini diambil manajemen klub selama jeda FIFA Matchday, memanfaatkan libur kompetisi agar sang pemain kembali fit 100 persen.
Dikutip dari laman resmi Persib, Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, membenarkan bahwa Federico Barba pulang sementara ke kampung halamannya.
Benar, kata dia, Barba pulang sementara ke negaranya untuk melanjutkan pemulihan setelah sakit yang dialaminya beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, Barba menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat cedera yang membuatnya absen saat Persib bertandang ke Selangor FC pada 6 Oktober 2025 di ajang ACL 2.
Kehilangan sosok berpaspor Italia itu terasa signifikan, mengingat peran krusialnya di lini belakang Maung Bandung.
Manajemen menegaskan, Federico Barba pulang atas izin resmi dan telah dikoordinasikan dengan pelatih Bojan Hodak.
“Ini solusi terbaik agar ia bisa fokus pulih dan kembali bermain maksimal,” tambah Adhitia.
Persib sendiri tengah mempersiapkan laga penting melawan Dewa United pada Jumat pekan depan, diikuti duel kontra Lion City Sailors di ACL 2.
Latihan perdana pasca-libur telah digelar di Bandung tanpa kehadiran Barba.Klub meminta Bobotoh tetap tenang.
Menurutnya, kesehatan dan kesejahteraan pemain selalu menjadi prioritas. Kami yakin Barba akan kembali dengan semangat baru.
Menariknya, pelatih Bojan Hodak juga memanfaatkan jeda ini untuk pulang ke Kroasia. Ia menjalani pengobatan sakit mata dan diabetes, karena obat khusus hanya tersedia di negaranya.
Hodak absen pada sesi latihan Selasa (11/11/2025).
Dengan Federico Barba pulang dan Hodak menjalani perawatan, Persib tetap optimistis menghadapi jadwal padat.
Manajemen menjamin keduanya akan kembali dalam kondisi prima untuk memperkuat skuad di Liga 1 dan kompetisi Asia.
Tentang Federico Barba
Barba, yang lahir di Roma pada 1 September 1993, datang ke Persib dengan rekam jejak panjang di sepak bola profesional.
Sebelum mendarat di Indonesia, pemain setinggi 1,88 meter tersebut tercatat membela sejumlah klub Serie A, Serie B, dan beberapa tim Eropa seperti VfB Stuttgart dan Sporting Gijón.
Terakhir, ia tampil bersama FC Sion dan kemudian Como sebelum memilih tantangan baru di Bandung.
Pengalamannya di level junior dan senior membuat nama Barba cukup dikenal publik sepak bola Italia.
Ia menapaki karier sejak usia enam tahun di Axa Soccer School, kemudian mengasah kemampuan bersama Cisco Roma dan AS Roma.
Di akademi Roma, ia dilatih oleh Andrea Stramaccioni dan Alberto De Rossi, serta meraih berbagai gelar kelompok usia seperti kejuaraan U-17 (2010), Primavera U-20 (2011), dan Coppa Italia Primavera (2012).
Pada tahun yang sama, ia juga dinobatkan sebagai bek muda terbaik di Italia.
Dalam perjalanan karier profesionalnya, Barba mencatat menit bermain untuk sejumlah klub.
Ia tampil di Empoli, Chievo Verona, Benevento, Pisa, hingga mengisi skuad Real Valladolid saat dipinjamkan.
Total, ia telah mengoleksi ratusan pertandingan kompetitif dan beberapa gol sebagai bek tengah.
Selain di level klub, Barba juga dipercaya membela tim nasional Italia kelompok usia U-19, U-20, dan U-21, menjadikannya salah satu pemain asing Persib dengan pengalaman internasional yang solid.




