
Ciamis, Jabarupdate: Kabupaten Ciamis sedang menjadi sorotan nasional berkat keberhasilannya dalam pengelolaan sampah.
Sistem pengelolaan sampah yang dikembangkan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Ciamis telah menjadikan daerah ini sebagai percontohan bagi kabupaten dan kota lain di Indonesia.
Prestasi ini diperkuat dengan diraihnya Piala Adipura, menegaskan posisi Ciamis sebagai salah satu daerah terbaik dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Sekretaris DPRKPLH Ciamis, Aris Taufik Abadi, mengungkapkan bahwa sistem pengelolaan sampah di Ciamis telah menarik perhatian lebih dari 25 kabupaten/kota di Indonesia.
“Banyak tamu dari luar daerah datang untuk mempelajari langsung sistem kami. Ini bukti bahwa pola pengelolaan sampah kami diakui secara nasional,” ujar Aris pada Rabu (11/8/2025).
Inovasi Berbasis Masyarakat Jadi Kunci Sukses
Keberhasilan Ciamis tidak lepas dari visi “Sinergi Mewujudkan Ciamis Maju dan Berkelanjutan” di bawah kepemimpinan Bupati Herdiat Sunarya.
Fokus pada misi kelima, yaitu peningkatan kualitas lingkungan hidup dan penanggulangan bencana berbasis partisipasi masyarakat, telah melahirkan berbagai program inovatif.
Salah satu yang paling menonjol adalah bank sampah berbasis masyarakat.
Hingga pertengahan 2025, Ciamis telah memiliki 305 unit bank sampah aktif yang tersebar di 27 kecamatan.
“Bank sampah ini dikelola langsung oleh masyarakat dan efektif mengurangi residu sampah,” jelas Aris.
Program ini tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membentuk budaya hidup bersih dan sadar sampah di kalangan warga Tatar Galuh.
Pendekatan Sederhana, Dampak Besar
Berbeda dari daerah lain yang mengandalkan teknologi mahal, Ciamis memilih pendekatan sederhana dengan fokus pada perubahan perilaku masyarakat.
Masyarakat diajak untuk memilah sampah sejak dari rumah, sebuah strategi yang terbukti efektif dan berkelanjutan.
“Kekuatan Ciamis ada pada masyarakatnya. Tanpa alat mahal, mereka aktif menjaga lingkungan,” ungkap Aris.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Ciamis memperkuat infrastruktur kebersihan melalui Pasukan Ungu, yakni 231 petugas kebersihan yang bekerja 4 jam sehari di wilayah perkotaan.
Ciamis juga mengoperasikan 19 armada pengangkut sampah, meskipun satu unit dump truk sedang dalam perbaikan. Transformasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi pusat pemrosesan akhir yang ramah lingkungan turut memperkuat sistem ini.
Kolaborasi Harmonis Pemerintah dan Masyarakat
Keberhasilan pengelolaan sampah di Ciamis tidak terwujud tanpa kerja sama yang erat antara pemerintah dan masyarakat. Bupati Herdiat Sunarya, didukung DPRD, jajaran dinas, dan komunitas lingkungan, berhasil menciptakan sinergi yang selaras dengan semangat warga Tatar Galuh yang aktif dan peduli lingkungan.
“Komitmen pimpinan daerah dan masyarakat yang satu visi adalah kunci keberhasilan kami,” tutur Aris.
Program seperti bank sampah, penguatan infrastruktur kebersihan, dan edukasi masyarakat menjadi langkah nyata menuju Ciamis yang bersih dan sehat.
“Keberhasilan ini membuktikan bahwa inovasi lingkungan dari daerah kecil seperti Ciamis mampu menginspirasi nasional,” tambahnya.
Harapan untuk Masa Depan
Aris berharap program pengelolaan sampah ini terus berjalan dan partisipasi masyarakat semakin meningkat.
Dengan dukungan penuh dari Bupati Herdiat dan masyarakat, Ciamis tidak hanya menjadi daerah yang bersih, tetapi juga inspirasi bagi Indonesia dalam mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan.
Ciamis telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi dan inovasi sederhana, pengelolaan sampah bisa menjadi gerakan massal yang mengubah wajah sebuah daerah.
Tatar Galuh kini bukan hanya bersih, tetapi juga menjadi panutan nasional.



