Dedi Mulyadi Sentil Kondisi BIJB yang Terus Menumpuk Utang

JAWA BARAT, Jabarupdate: Gubernur Jawa Barat (Jabar) terpilih Dedi Mulyadi singgung soal kondisi terkini Bandar Internasional Jawa Barat (BIJB) di Majalengka.

Dalam diskusi tersebut disebutkan biaya operasional BIJB setiap tahun Rp 80 miliar sampai Rp 130 miliar.

Jumlah tersebut tak bisa ditutupi oleh penghasilan BIJB, termasuk penyertaan modal yang diberikan Pemerintah Provinsi Jabar Rp 50 miliaran setahun.

Untuk menutupi biaya produksi, BIJB menggunakan dana pinjaman atau utang.

“Jadi, nutupinnya dari utang? Kalau belum mencukupi berarti utangnya terus menumpuk?” tanya Dedi kepada para pejabat di Pemprov Jabar dan pengurus BIJB yang dikutip dari akun Instagramnya @dedimulyadi71, Selasa (11/2/2025).

Para pejabat yang mendengar pertanyaan Dedi mengiyakan kondisi tersebut.

Untuk itu mereka memerlukan solusi, apakah BIJB akan dipertahankan provinsi atau ada solusi lain seperti dikerjasamakan dengan pusat.

Sebab bila kondisi BIJB tidak berubah, ia khawatir akan menggerus APBD Jabar.

BIJB sendiri dibangun menggunakan dana APBD Jabar sebesar Rp 900 miliar dan mendapat pinjaman dari sindikasi bank senilai Rp 1,5 triliun.

Utang tersebut sampai sekarang belum dibayar karena penghasilan bandar udara tersebut yang minim.

Seperti diketahui, BIJB dibangun pada 2014 dan beroperasi penuh 29 Oktober 2023. BIJB memiliki kapasitas penumpang hingga 29 juta per tahunnya.

Untuk meningkatkan jumlah penumpang, BIJB menjadi bandara embarkasi untuk pemberangkatan jemaah haji Jabar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini