
Ciamis, Jabarupdate: Dishub Ciamis berkoordinasi dengan Polres dan Kementerian PUPR untuk menangani dampak amblasnya Jembatan Cikaleho yang terjadi pada 24 November 2025.
Koordinasi lintas lembaga tersebut dilakukan guna memastikan konektivitas transportasi tetap terjaga dan keselamatan pengguna jalan dapat dipastikan selama masa penanganan darurat.
Jembatan Cikaleho yang berada di ruas Jalan Nasional Ciamis-Cirebon, tepatnya di Dusun Namas, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, ambruk secara tiba-tiba dan menyebabkan akses utama utara-selatan Kabupaten Ciamis terputus total.
Sejak kejadian itu, Dishub Ciamis bersama Polres Ciamis dan PPK 3.4 PJN Wilayah III Jawa Barat langsung melakukan langkah cepat untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan.
Kepala Dinas Perhubungan Ciamis, Uga Yugaswara menyampaikan bahwa langkah pertama adalah pengalihan arus lalu lintas.
Melalui pemetaan detail, rute alternatif dari dan menuju wilayah Kawali, Ciamis kota, hingga selatan seperti Banjar dan Pangandaran ditetapkan agar kendaraan tetap dapat melintas.
Jalur alternatif ini menghubungkan Simpang Tugaran Buniseuri, Muktisari, Landeuh, hingga Pasar Buniseuri.
Sementara untuk kendaraan berat, Dishub menetapkan larangan melintas demi menjaga struktur jalan alternatif yang tidak dirancang untuk beban tonase besar.
Dalam proses tersebut, kata Uga, Dishub Ciamis berkoordinasi dengan Polres untuk memastikan rekayasa lalu lintas berjalan aman dan terkontrol.
Petugas kepolisian ditempatkan di titik-titik strategis untuk mengatur arus kendaraan, memberikan arahan langsung, serta mencegah kemacetan di jalur alternatif yang cenderung sempit.
Selain pengaturan lalu lintas, Dishub juga segera memasang rambu-rambu sementara dan Rambu Petunjuk Pendahulu Jurusan (RPPJ) portable.
Langkah ini membantu pengendara agar tidak salah jalur dan dapat mengikuti rute alternatif dengan mudah. Untuk kondisi malam hari, Dishub melakukan perbaikan dan penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) di empat titik serta memasang tiga unit PJU portable pada lokasi yang dianggap rawan, termasuk area dekat lokasi jembatan yang amblas.
Di sisi lain, koordinasi dengan Kementerian PUPR juga dilakukan untuk percepatan penyediaan Jembatan Bailey sebagai solusi sementara.
PPK 3.4 PJN Wilayah III Jawa Barat telah memulai pemasangan jembatan darurat dengan estimasi waktu penyelesaian enam hari.
Jembatan Bailey tersebut dirancang untuk memulihkan akses utama Ciamis–Cirebon sambil menunggu rekonstruksi permanen.
Uga menjelaskan bahwa seluruh langkah di lapangan dilakukan secara terintegrasi. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu Dishub Ciamis berkoordinasi dengan Polres dan pihak PUPR agar penanganan bisa cepat, tepat, dan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Selama masa pengalihan arus, Dishub juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas, tidak memaksakan kendaraan berat masuk ke jalur alternatif, serta mengutamakan kehati-hatian terutama di ruas jalan yang minim penerangan.
Hingga saat ini, tidak ditemukan keluhan signifikan dari pengguna jalan terkait rekayasa lalu lintas yang diterapkan.
Dengan kolaborasi lintas sektor yang berjalan intensif, Pemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan komitmennya untuk memastikan kelancaran mobilitas dan keselamatan warga tetap terjaga meski akses utama terganggu akibat bencana infrastruktur tersebut.
Jembatan Bailey diharapkan dapat beroperasi besok, Selasa (2/12/2025) dan mengurangi beban jalur alternatif yang saat ini menjadi satu-satunya akses utama penghubung wilayah.



