DWP DPMPTSP Ciamis Tanam Bawang Merah di Kebun SILAING, Wujudkan Ketahanan Pangan Mandiri

DWP DPMPTSP Ciamis
Anggota DWP DPMPTSP Kabupaten Ciamis sedang mengontrol pertumbuhan bawang merah dan sayuran pendamping di Kebun SILAING/Dok. DPMPTSP Ciamis

Ciamis, Jabarupdate: Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Ciamis sukses menggelar kegiatan pemanfaatan pekarangan kantor melalui penanaman bawang merah dan aneka sayuran di Kebun SILAING (Sayuran Hasil Bertanam Istri-Istri Binangkit).

Inisiatif ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan keluarga ASN di tengah fluktuasi harga bahan pokok, dengan hasil panen yang siap dipetik mulai akhir November 2025.

Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Ciamis, Eka Permana Oktaviana, S.T., M.A.P., menyampaikan antusiasme atas keberhasilan program ini.

Menurutnya, kegiatan penanaman bawang merah dan tanaman sayuran lainnya di Kebun SILAING bukan hanya hobi, tapi kontribusi untuk swasembada pangan rumah tangga.

“Melalui pemanfaatan lahan pekarangan kantor, kami bisa memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari tanpa bergantung sepenuhnya pada pasar tradisional,” ujar Eka saat memantau proses panen awal di halaman kantor DPMPTSP, Jumat (24/10/2025).

Eka menyampaikan, program ini sejalan dengan visi Pemkab Ciamis dalam mendukung gerakan 3M (Menanam, Merawat, Memanen) untuk ketahanan pangan nasional.

“Dengan lahan seluas yang ada, kami telah memanen sayuran pendamping seperti cabai gendot, sawi. Bawang merah sebagai tanaman utama,” kata dia.

Kegiatan yang dilaksanakan sesuai Surat Edaran Bupati Ciamis ini dimulai sejak Agustus lalu, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun DWP Kabupaten Ciamis ke-28.

Proses diawali dengan penyemaian bibit bawang merah dan sayuran pendamping di polybag sederhana, melibatkan 30 istri pegawai dinas.

Selanjutnya, persiapan lahan dilakukan dengan penggemburan tanah organik dan pemberian pupuk kompos dari limbah kantor, memastikan kesuburan tanpa bahan kimia berlebih.

Pemindahan bibit ke lahan utama berlangsung dua minggu kemudian, diikuti pemupukan rutin setiap 10 hari menggunakan pupuk kandang dan cair organik.

Perawatan berkala mencakup penyiraman irigasi tetes dan pengendalian hama alami dengan ekstrak daun neem.

Hingga kini, tanaman bawang merah telah memasuki fase pembungaan, sementara sayuran pendamping seperti bawang daun dan selada air sudah dipanen tiga kali, dimanfaatkan untuk konsumsi internal dan acara kebersihan sosial DWP.

Keberhasilan Kebun SILAING ini tak lepas dari kolaborasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, yang menyediakan pelatihan hidroponik dasar.

Salah satu perwakilan DWP DPMPTSP Ciamis menyampaikan bahwa pihaknya merasa bangga karena program ini tidak hanya hijau secara lingkungan, tapi juga ekonomis.

Menurutnya, biaya produksi di bawah Rp1 juta per musim, sementara nilai jual potensial mencapai jutaan.

Dampaknya, partisipasi anggota DWP meningkat 40% dibanding tahun sebelumnya, dengan 80% peserta melaporkan penghematan belanja bulanan.

Program ini juga diikuti OPD lain di Ciamis untuk replikasi, sejalan dengan target SDGs Nomor 2: Zero Hunger.Ke depan, Eka Permana Oktaviana berencana memperluas Kebun SILAING dengan integrasi teknologi IoT untuk monitoring tanah.

“Ini bukti bahwa peran wanita ASN di Ciamis tak hanya di balik meja, tapi juga di ladang hijau. Mari kita tanam hari ini untuk panen masa depan yang lebih sejahtera,” kata Eka.

Dengan inisiatif seperti ini, lanjut dia, DPMPTSP Ciamis tak hanya fokus pada pelayanan perizinan, tapi juga pembangunan berkelanjutan berbasis komunitas.

Kebun SILAING menjadi model sukses pemanfaatan pekarangan kantor yang ramah lingkungan dan produktif.

Laporan: Nay

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini