Hadiri HKP ke-54, Bupati Ciamis Tegaskan Dongkrak Pupuk Organik dan Awasi Penyelewengan Subsidi

Ciamis, Jabarupdate : Kelangkaan pupuk bersubsidi yang kerap menjadi keluhan klasik para petani mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Ciamis. Menghadapi tantangan tersebut, Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya menginstruksikan jajarannya untuk mendongkrak penggunaan pupuk organik sekaligus memperketat pengawasan distribusi bantuan subsidi.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Herdiat saat menghadiri pembukaan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 tingkat Kabupaten Ciamis. Acara yang dihadiri ribuan insan tani ini dipusatkan di Lapangan Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti, Senin (13/07/2026).

Pupuk Organik Jadi Solusi Kelangkaan Pupuk Subsidi

Menurut Bupati Herdiat, keterbatasan kuota pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat menuntut petani untuk lebih kreatif. Salah satu langkah strategis yang bisa diambil adalah dengan beralih memanfaatkan pupuk organik lokal.

“Kelangkaan pupuk subsidi ini sudah lama menjadi keluhan utama para petani kita. Oleh karena itu, momentum HKP ke-54 ini harus menjadi titik balik bagi kita untuk mulai masif menggunakan pupuk organik,” ujarnya.

Ia menambahkan, penggunaan pupuk alami ini tidak hanya menjadi solusi saat pupuk kimia langka, tetapi juga membawa dampak positif bagi lingkungan dan dompet petani.

“Selain lebih efisien dan ramah lingkungan, biaya produksinya juga jauh lebih rendah. Hebatnya lagi, nilai jual dari hasil pertanian organik cenderung lebih tinggi di pasaran,” tambahnya.

Antisipasi Penyelewengan Pupuk Subsidi di Ciamis

Selain mendorong kemandirian lewat jalur organik, Bupati Ciamis dua periode ini juga memberikan peringatan keras kepada para agen dan pihak kelola distribusi. Ia meminta pengawasan di lapangan diperketat agar hak para petani kecil tidak dirampas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Dulu kita sering mendengar, bahkan melihat sendiri adanya dugaan praktik penyimpangan distribusi pupuk bersubsidi. Di momen HKP ke-54 ini, saya tegaskan hal seperti itu tidak boleh terulang lagi karena sangat merugikan petani kita,” tegasnya.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait akan terus memonitor alur distribusi agar pupuk subsidi bisa tepat sasaran dan tepat jumlah sesuai dengan kebutuhan riil di setiap kecamatan.

Potensi Pertanian Ciamis Mampu Hadapi Tantangan

Meskipun diterpa isu pupuk dan dinamika program baru seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Herdiat optimis sektor agraris Ciamis tetap kokoh. Berdasarkan data statistik, sekitar 65 persen warga Ciamis menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

“Kita patut bersyukur karena Ciamis sudah swasembada pangan. Kebutuhan beras dan ikan kita bahkan surplus. Tantangan pupuk ini harus kita hadapi bersama dengan inovasi, termasuk menarik minat generasi muda agar siap melakukan regenerasi petani,” pungkasnya.

Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 di Cihaurbeuti ini berlangsung meriah dengan diikuti sekitar 2.000 peserta. Mulai dari kelompok tani, penyuluh, hingga pelaku usaha pertanian berikrar bersama untuk mewujudkan kedaulatan pangan di Kabupaten Ciamis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini