Ciamis, Jabarupdate: Dalam upaya mengisi kekosongan jabatan Wakil Bupati (Wabup) Ciamis yang telah berlangsung sejak pelantikan Bupati Herdiat Sunarya pada Februari lalu, sosok Dafid Firdaus muncul sebagai kandidat potensial.
Sebagai Ketua Dewan Pakar DPD Partai NasDem Ciamis, Dafid Firdaus menggelar “maraton politik” melalui komunikasi lintas partai, tokoh agama, dan pimpinan daerah, menunjukkan keseriusan untuk mendampingi Herdiat Sunarya dalam memimpin pembangunan Tatar Galuh.
Kekosongan kursi Wabup Ciamis ini berawal dari kepergian almarhum Yana D Putra, pasangan Herdiat pada Pilkada 2024, yang meninggal dunia akibat serangan jantung pada 25 November 2024, dua hari sebelum pencoblosan.
Meskipun pasangan tersebut ditetapkan sebagai pemenang, Herdiat dilantik sendirian pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto.
Hingga kini, proses pengisian jabatan ini masih bergantung pada rekomendasi partai pengusung, sesuai Pasal 176 UU No. 10 Tahun 2016, dengan potensi usulan hingga 36 nama dari 18 partai koalisi.
Dafid Firdaus: Dari Dewan Pakar NasDem Menuju Bursa Wabup
Dafid Firdaus, yang dikenal dengan jejaring luas di kalangan politik dan masyarakat Ciamis, telah menunjukkan modalitas kuat sebagai kandidat.
Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman organisasi, ia dipandang mampu membawa gagasan segar untuk pembangunan daerah.
Nama Dafid mulai mencuat karena banyak orang yang menyebutnya sebagai salah satu tokoh potensial di bursa Wabup.
Dalam wawancara dengan Jabarupdate.id, Dafid menggambarkan perjuangannya sebagai “lari maraton” yang tidak hanya menyentuh arena politik konvensional, tapi juga dimensi spiritual.
“Kalau ditanya sejauh mana, mungkin sudah bisa dibilang setara lari maraton—bedanya, saya bukan sekadar lari, tapi juga mampir ke warung kopi politik,” ujarnya pada Senin (22/9/2025).
Komunikasi Lintas Partai: Enam Nama Besar dan Respons Positif dari Golkar
Langkah konkret Dafid Firdaus adalah menjalin komunikasi dengan enam partai pengusung utama: NasDem, PAN, Golkar, Gerindra, PBB, dan PKB.
Ikhtiar Dafid Firdaus tidak terbatas di tingkat daerah, melainkan meluas ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Saya sudah menjalin komunikasi dengan enam partai tersebut, juga dengan tokoh ulama serta Ketua PC NU. Ini bukti keseriusan saya untuk membangun koalisi yang kuat,” tegasnya.
Di tingkat pusat, fokus awal Dafid tertuju pada Golkar. “Di pusat, saya baru ngobrol dengan Golkar. Responnya bagus, dan dalam kamus politik, ‘bagus’ itu bisa berarti banyak hal: bisa iya, bisa nanti dulu, bisa juga iya tapi kalau syaratnya terpenuhi. Intinya, ini pintu masuk,” jelasnya.
Respons positif ini menjadi harapan bagi Dafid untuk memperluas dukungan, mengingat Golkar termasuk partai kunci dalam koalisi Herdiat-Yana.
Ikhtiar Dafid Firdaus ini sejalan dengan mekanisme yang ditegaskan Bupati Herdiat, yang menekankan pentingnya rekomendasi resmi dari partai. Sejauh ini, Herdiat sendiri menyindir para “pelamar” yang hanya “omon-omon” tanpa surat dukungan, meskipun ia mengakui kebutuhan akan partner untuk mengoptimalkan program pemerintahan.
Pandangan Dafid: Kekosongan Wabup Harus Segera Diisi untuk Strategi Pembangunan
Sebagai kandidat, Dafid Firdaus menilai kekosongan Wabup bukan sekadar masalah administratif, melainkan hambatan strategis bagi kemajuan Ciamis.
“Kursi kosong itu seperti gelas kosong, kalau dibiarkan lama-lama berdebu, sayang. Bupati butuh partner, bukan sekadar pendamping di meja rapat, tapi sparring partner dalam mikir strategi. Saya siap bukan hanya duduk di kursi itu, tapi juga jadi cermin. Supaya kalau ada yang luput, bisa langsung terlihat,” ungkapnya.
Pandangan ini selaras dengan desakan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya pada Maret 2025, yang meminta proses PAW (Pergantian Antar Waktu) segera digelar pasca-Ramadan untuk menghindari kekosongan berkepanjangan.
PDI Perjuangan, sebagai pemenang Pemilu Legislatif di Ciamis, PKB, dan PKS pun menegaskan bahwa pengisian ini harus melalui konsultasi intens dengan Kemendagri.
Langkah Lanjutan: Lebih dari Politik, Sentuhan Spiritual dan Provinsi
Tidak berhenti di komunikasi partai, Dafid Firdaus memperluas jaringan ke tokoh agama, ulama, dan pimpinan provinsi.
“Politik itu kayak main catur: kalau cuma fokus pion, ya mentok. Jadi selain komunikasi ke partai, saya juga masuk ke jalur tokoh agama, jalur provinsi, bahkan jalur spiritual. Karena kadang, rekomendasi langit lebih cepat turun daripada rekomendasi DPP,” katanya.
Pesan Herdiat Sunarya: Ikhtiar Sungguh-Sungguh, tapi Ingat Takdir
Hubungan panjang Dafid dengan Bupati Herdiat Sunarya menjadi pondasi kuat dalam ikhtiar ini.
Keduanya telah saling mengenal lebih dari 25 tahun, bukan hanya sebagai rekan politik, tapi juga sahabat.
Dalam pertemuan terkini, Herdiat menyampaikan pesan bijak: “Ikhtiar sungguh-sungguh, tapi jangan lupa takdir.”
Dafid menginternalisasi pesan itu sebagai panduan. “Itu kalimat yang kedengarannya sederhana, tapi sebenarnya setara dengan teori eksistensialisme Kierkegaard: manusia berusaha, tapi Tuhan yang menentukan. Bedanya, Kierkegaard menulisnya di buku, Herdiat menyampaikannya di ruang tamu. Saya pegang betul pesan itu. Komitmen saya membangun komunikasi dengan partai-partai adalah bukti nyata keseriusan saya, siap mengabdi untuk Ciamis.”
Herdiat sendiri, dalam berbagai kesempatan, menegaskan kesiapannya bekerja sendiri jika diperlukan, asal pemerintahan tetap kondusif. Namun, ia mengakui manfaat adanya Wabup sebagai “partner” untuk strategi pembangunan jangka panjang.
Masa Depan Ciamis: Koalisi Kuat untuk Tatar Galuh Maju
Ikhtiar maraton Dafid Firdaus menambah dinamika di bursa Wabup Ciamis, di mana nama lain seperti Pepi Tomi Sudrajat dari NasDem dan mantan Sekda Tatang juga sempat mencuat.
Proses ini diharapkan segera rampung melalui rapat paripurna DPRD, membawa angin segar bagi pembangunan Ciamis di bawah kepemimpinan Herdiat.
Dengan fokus pada koalisi inklusif dan dukungan spiritual, Dafid Firdaus membuktikan bahwa politik lokal bukan hanya soal kursi, tapi komitmen untuk kemajuan masyarakat.
“Kalau kata orang Ciamis: ngomong doang mah gampang, tapi jalanin silaturahmi itu yang berat. Dan saya siap,” pungkasnya.




