
Olahraga, Jabarupdate: Inter Milan ke Final Liga Champions setelah mengalahkan Barcelona dalam laga semifinal leg kedua yang dramatis di San Siro, Selasa (6/5/2025).
Pertandingan berakhir dengan skor 3-4, membuat Inter lolos dengan agregat 7-6. Namun, kubu Barcelona menyoroti kepemimpinan wasit sebagai penyebab kekalahan mereka.
Drama Tujuh Gol di San Siro
Pertandingan di San Siro berlangsung sengit dengan total tujuh gol hingga babak perpanjangan waktu.
Inter Milan unggul lebih dulu melalui gol Lautaro Martinez dan penalti Hakan Calhanoglu di babak pertama, membuat skor menjadi 2-0.
Barcelona bangkit setelah jeda dengan gol dari Eric Garcia dan Dani Olmo, menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-60.
Ketegangan meningkat ketika Raphinha membawa Barcelona unggul 3-2 di menit-menit akhir waktu normal.
Namun, Francesco Acerbi menyamakan skor menjadi 3-3 di masa injury time, memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu.
Davide Frattesi menjadi pahlawan Inter dengan gol penentu di menit ke-99, memastikan Inter Milan ke Final Liga Champions.
Kontroversi Wasit Szymon Marciniak
Kubu Barcelona mengeluhkan kepemimpinan wasit Szymon Marciniak, yang dianggap merugikan mereka.
Salah satu momen krusial adalah keputusan Marciniak memberikan penalti kepada Inter setelah Pau Cubarsi dianggap melanggar Lautaro Martinez.
Sebaliknya, Barcelona merasa tidak mendapatkan penalti dalam insiden serupa.
Bek Barcelona, Eric Garcia, menyatakan kekecewaannya.
“Ada tiga momen buruk di San Siro yang merugikan kami. Entah apa yang salah dengan stadion ini,” ujarnya.
Garcia juga merujuk pada pengalaman buruk sebelumnya dengan Marciniak, yang dianggap membuat keputusan kontroversial.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, turut mengkritik keputusan wasit.
“Beberapa momen 50-50 selalu menguntungkan Inter. Itu tidak adil, tapi kami harus menerima dan fokus ke musim depan,” katanya dalam konferensi pers pasca-pertandingan.
Tuduhan Bias terhadap Wasit
Kontroversi Marciniak tidak hanya muncul di laga ini. Penggemar Barcelona di media sosial menuding wasit asal Polandia ini sebagai pendukung Real Madrid, rival abadi mereka.
Tuduhan ini dipicu, diperkuat oleh video viral yang menunjukkan Marciniak dengan tas bermotif logo Real Madrid.
Selain itu, Marciniak pernah menjadi sorotan saat mengesampingkan penalti Atletico Madrid dalam laga melawan Real Madrid karena pelanggaran teknis.
Inter Milan Menanti Lawan di Final
Dengan kemenangan ini, Inter Milan ke Final dan akan menghadapi pemenang antara PSG atau Arsenal, yang bertanding pada Rabu (7/5/2025).
Inter menunjukkan ketangguhan mereka, terutama di babak perpanjangan waktu, dengan gol penentu dari Frattesi yang memanfaatkan kelengahan pertahanan Barcelona.
Sementara itu, Barcelona harus menelan pil pahit setelah tersingkir secara tragis. Meski menyalahkan wasit, Hansi Flick menegaskan timnya telah berjuang keras.
“Kami melakukan pekerjaan hebat, tapi beberapa keputusan tidak berpihak kepada kami,” tuturnya.
Apa Selanjutnya untuk Inter dan Barcelona?
Inter Milan ke Final dengan semangat tinggi, berpeluang meraih gelar Liga Champions kedua dalam sejarah mereka.
Di sisi lain, Barcelona harus mengevaluasi performa mereka dan mempersiapkan strategi untuk musim depan.
Kekalahan ini tentunya menjadi pukulan berat, terutama setelah mereka sempat unggul di penghujung waktu normal.



