
Ciamis, Jabarupdate: Semarak seni dan budaya mewarnai Kabupaten Ciamis dengan digelarnya Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) dan Festival Bahasa Tunas Ibu (FBTI) 2025 tingkat kabupaten.
Acara yang berlangsung di SMPN 6 Ciamis, Jalan Jenderal Sudirman, ini diikuti ratusan pelajar berbakat dari berbagai komisariat pendidikan se-Kabupaten Ciamis.
Kegiatan ini menjadi ajang unjuk bakat bagi para siswa yang telah lolos seleksi di tingkat kecamatan.
Menurut Rubi Julianto, Kasi Peserta Didik dan Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Ciamis, FLS3N bertujuan mencari talenta muda di bidang seni dan sastra.
“Hari ini, ratusan siswa bersaing di FLS3N tingkat Kabupaten Ciamis. Para juara akan mewakili Ciamis di tingkat provinsi, bahkan nasional jika berhasil,” ujar Rubi.
FLS3N: Panggung Talenta Menuju Nasional
FLS3N bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah untuk mengasah kreativitas dan bakat siswa.
Peserta yang tampil merupakan para pemenang dari lomba tingkat kecamatan yang digelar sebelumnya.
Mereka berkompetisi dalam berbagai cabang, seperti seni tari, musik, teater, dan sastra, dengan harapan meraih tiket ke ajang provinsi.
“Juara tingkat kabupaten akan melaju ke provinsi, dan jika menang, mereka berpeluang tampil di tingkat nasional,” tambah Rubi.
FBTI: Lestarikan Budaya Sunda
Bersamaan dengan FLS3N, Dinas Pendidikan Ciamis juga menggelar FBTI, sebuah festival yang fokus pada pelestarian bahasa dan budaya Sunda.
Festival ini diadakan untuk membangkitkan minat generasi muda terhadap seni dan budaya lokal yang mulai tergerus zaman.
“Budaya Sunda kini kurang diminati anak muda. Lewat FBTI, kami ingin menjaga warisan budaya ini,” ungkap Rubi.
Berbeda dengan FLS3N, FBTI hanya diselenggarakan hingga tingkat provinsi Jawa Barat karena fokusnya pada bahasa Sunda.
Meski begitu, antusiasme peserta tak kalah tinggi, dengan berbagai penampilan yang memukau, mulai dari puisi, cerita pendek, hingga seni pertunjukan berbahasa Sunda.
Antusiasme dan Harapan
Suasana di SMPN 6 Ciamis dipenuhi semangat dan kreativitas. Para siswa, guru pendamping, dan panitia bekerja sama menciptakan acara yang meriah sekaligus bermakna.
“Kami berharap FLS3N dan FBTI tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap seni, sastra, dan budaya lokal di kalangan generasi muda,” tutur Rubi.
Acara ini menjadi bukti bahwa Ciamis memiliki banyak talenta muda yang siap bersinar, baik di panggung nasional maupun dalam melestarikan budaya daerah.
Dengan semangat ini, kata Rubi, Kabupaten Ciamis optimistis mengirimkan wakil terbaiknya ke tingkat yang lebih tinggi.



