Ciamis, Jabarupdate: Di tengah gempuran globalisasi yang banyak menggeser budaya lokal, Pesona Kampung Adat Kuta di Ciamis, Jawa Barat, tetap kokoh menjaga warisan leluhur.
Terletak di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kampung Adat Kuta menawarkan perpaduan unik antara tradisi, sejarah, dan wisata budaya yang memikat hati.
Desa wisata ini bukan hanya destinasi liburan, tetapi juga cerminan kearifan lokal yang masih hidup dan relevan di era modern.
Mengapa Kampung Adat Kuta Begitu Istimewa?
Kampung Adat Kuta, yang oleh warga setempat disebut Dusun Kuta, memiliki daya tarik yang tak biasa.
Masyarakat di sini masih memegang teguh adat istiadat leluhur, termasuk budaya pamali atau pantangan yang mengatur kehidupan sehari-hari.
Mulai dari larangan menguburkan jenazah di dalam kampung, aturan membangun rumah, hingga tata cara pemberian nama anak, semua mencerminkan kearifan lokal yang kuat.
Menurut penelitian (Pradina dkk., 2021), kearifan ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Kampung Adat Kuta diakui sebagai masyarakat hukum adat melalui Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 15 Tahun 2016.
Dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani, tradisi dan ritual adat masih menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka.
Sejarah dan Legenda Kampung Adat Kuta
Pesona Kampung Adat Kuta tak lepas dari cerita sejarahnya yang kaya. Konon, kampung ini pertama kali dihuni oleh Ambu Rama Raksa Bima Kalijaga.
Bahkan, Prabu Siliwangi, Raja Galuh, pernah berencana mendirikan keraton di sini sebagai pusat pemerintahan.
Bukti persiapan pembangunan keraton masih terlihat dari tumpukan semen merah di Gunung Semen, kapur seluas 0,5 hektar, dan tiga Batu Soko di Gunung Gede.
Meski rencana itu gagal, jejak sejarah ini menambah daya tarik wisata budaya di kampung ini.
Desa Wisata yang Mengubah Kehidupan
Sejak ditetapkan sebagai desa wisata sejarah dan budaya pada tahun 2002, Pesona Kampung Adat Kuta telah membawa dampak positif bagi masyarakat.
“Pariwisata tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan l, Pemuda, dan Olahraga (Disbudporq) Ciamis, Drs. H. Dadang Darmawan, M.Si.
Berikut beberapa manfaatnya:
• Ekonomi: Wisatawan yang berkunjung membuka peluang usaha, seperti warung makanan, penjualan gula aren, dan tiket retribusi masuk. Donasi dan sponsor juga turut meningkatkan pendapatan warga.
• Budaya: Interaksi antara warga lokal dan pengunjung memperkenalkan kearifan lokal kepada dunia, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap tradisi.
• Lingkungan: Pariwisata mendorong kesadaran akan pelestarian lingkungan dan perbaikan infrastruktur.
• Sosial dan Pengetahuan: Warga mendapatkan wawasan baru melalui diskusi dengan wisatawan, sekaligus menjalin relasi dengan pengunjung dari berbagai daerah.
• Peluang Kerja: Kegiatan wisata menciptakan lapangan kerja baru, seperti pemandu wisata, yang memberdayakan masyarakat lokal.
Tantangan Pelestarian Budaya di Era Globalisasi
Globalisasi membawa tantangan besar bagi pelestarian budaya lokal. Data dari Ikhsan (2023) menunjukkan bahwa hanya 0,49% masyarakat, terutama generasi muda, terlibat dalam kegiatan seni dan budaya dalam tiga bulan terakhir.
Angka ini menunjukkan minimnya minat generasi penerus untuk melestarikan tradisi.
Namun, Pesona Kampung Adat Kuta menjadi bukti bahwa budaya lokal masih bisa bertahan dengan pendekatan yang tepat, seperti pariwisata berbasis budaya.
Mengapa Harus Mengunjungi Kampung Adat Kuta?
Pesona Kampung Adat Kuta bukan hanya tentang keindahan alam atau sejarah, tetapi juga tentang pengalaman belajar dan menghargai budaya.
Pengunjung dapat menikmati suasana pedesaan yang asri, menyaksikan ritual adat, dan berinteraksi langsung dengan warga yang ramah.
Wisata ke Kampung Adat Kuta juga menjadi cara untuk mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus membantu perekonomian masyarakat.
Ajakan untuk Melestarikan Budaya
Dadang menyampaikan bahwa melestarikan budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan.
Kampung Adat Kuta menunjukkan bahwa kolaborasi antara warga, komunitas seni budaya, dan pemerintah dapat menciptakan harmoni antara tradisi dan modernitas.
“Dengan mengunjungi dan mempromosikan Pesona Kampung Adat Kuta, kita turut berkontribusi dalam menjaga warisan leluhur agar tetap hidup untuk generasi mendatang,” ujar Dadang.
Jadi, tunggu apa lagi? Rencanakan perjalanan Anda ke Kampung Adat Kuta Ciamis dan rasakan sendiri pesona desa wisata yang kaya akan sejarah dan kearifan lokal!




