Global, Jabarupdate: Dunia politik Amerika Serikat digemparkan dengan pengumuman mengejutkan dari Presiden Joe Biden yang menyatakan mundur dari pencalonan kembali dalam Pemilu Presiden 2024.
Dalam pernyataannya, Biden mengungkapkan bahwa ia tidak akan mencalonkan diri lagi dan memberikan dukungannya kepada Wakil Presiden Kamala Harris sebagai kandidat baru dari Partai Demokrat.
Keputusan ini diumumkan pada Minggu pagi, setelah beberapa pekan penuh ketegangan politik dan penampilan debat yang kurang memuaskan melawan mantan Presiden Donald Trump pada 27 Juni lalu.
Perdebatan tersebut memunculkan keraguan mengenai masa depan Biden sebagai calon. “Menjadi Presiden adalah kehormatan terbesar dalam hidup saya,” kata Biden.
“Namun, demi kepentingan terbaik partai dan negara, saya memutuskan untuk mundur dan fokus sepenuhnya pada menjalankan tugas saya sebagai Presiden selama sisa masa jabatan saya,” lanjutnya.
Dukungan Biden terhadap Harris bertujuan untuk menyatukan partai menjelang Konvensi Nasional Demokrat yang akan diadakan di Chicago pada 19 Agustus mendatang.
Kandidat potensial lainnya, seperti Gubernur California Gavin Newsom, Gubernur Michigan Gretchen Whitmer, Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro, dan Gubernur Kentucky Andy Beshear, kini harus merapatkan barisan di bawah kepemimpinan Harris.
Desakan dari dalam partai untuk mempertimbangkan kembali pencalonan Biden semakin menguat setelah percobaan pembunuhan terhadap Trump yang gagal, yang memperkuat dukungan Partai Republik untuk mantan presiden tersebut.
Walaupun menghadapi berbagai tantangan, keputusan Biden untuk mundur memberikan peluang baru bagi Harris, yang menurut jajak pendapat mungkin lebih kompetitif melawan Trump.
Reuters melaporkan bahwa Kamala Harris akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih minggu ini selama kunjungannya ke AS.
Namun, Harris tidak akan dapat memimpin pidato Netanyahu di hadapan Kongres pada hari Rabu karena dia akan melakukan perjalanan ke Indianapolis untuk acara yang telah dijadwalkan sebelumnya.
Pidato Netanyahu akan dipimpin oleh Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Ben Cardin, dalam ketidakhadiran Harris.
Pertemuan Harris dengan Netanyahu terpisah dari pertemuan yang diharapkan antara Netanyahu dan Presiden AS Joe Biden, yang kini telah mundur sebagai calon untuk pemilu 2024 dan mendukung Harris. Biden saat ini sedang memulihkan diri dari COVID-19.
Sementara itu, Politico melaporkan bahwa Netanyahu juga meminta pertemuan langsung dengan calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, namun Trump belum menyetujui permintaan tersebut.
Dengan pengunduran diri Biden, Partai Demokrat berharap bahwa Harris dapat menyatukan partai dan mengumpulkan dukungan yang kuat untuk menghadapi tantangan besar di Pemilu 2024.
Banyak yang mrnilai bahwa Kamala Harris, sebagai Wakil Presiden, telah menunjukkan kepemimpinan yang solid dan diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi Amerika Serikat jika terpilih sebagai Presiden.




