Kepala Disnakkan Ciamis: Maggot Adalah Solusi Pakan Alternatif untuk Ayam Broiler, Ramah Lingkungan dan Ekonomis

Maggot adalah Solusi pakan alternatif
Kepala Disnakkan Ciamis, Dr. Giyatno/Jabarupdate.id

Ciamis, Jabarupdate: Maggot adalah solusi pakan alternatif ramah lingkungan dan ekonomis untuk ayam broiler. Disnakkan Ciamis promosikan pakan kaya protein ini untuk peternakan berkelanjutan.

Maggot, atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF), kini menjadi sorotan sebagai solusi pakan alternatif yang ramah lingkungan dan hemat biaya bagi peternak ayam broiler di Kabupaten Ciamis.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Ciamis, Dr. Giyatno, menegaskan bahwa maggot adalah solusi pakan alternatif yang mampu mengurangi biaya produksi sekaligus mendukung peternakan berkelanjutan.

“Maggot adalah solusi pakan alternatif yang kaya protein, hingga 41%-42%, sehingga sangat baik untuk pertumbuhan ayam broiler, ikan, dan burung puyuh,” ujar Dr. Giyatno dalam wawancara dengan media lokal pada 6 Juni 2025.

Menurutnya, penggunaan maggot dapat memangkas biaya pakan hingga 30% untuk ayam broiler, 50% untuk lele, dan 30% untuk burung puyuh, tanpa mengorbankan kualitas pertumbuhan ternak.

Keunggulan Maggot sebagai Pakan Alternatif

Maggot tidak hanya unggul dari segi nutrisi, tetapi juga ramah lingkungan. Larva BSF dapat dibudidayakan menggunakan limbah organik seperti sisa makanan, dedak padi, atau limbah pertanian lainnya.

Proses ini membantu mengurangi polusi lingkungan dan jejak karbon, sekaligus mendukung siklus pertanian berkelanjutan.

Di Desa Cikoneng, Ciamis, peternak telah memanfaatkan limbah pertanian untuk menghasilkan pakan maggot, menciptakan model peternakan yang lebih hemat dan bertanggung jawab.

Dr. Giyatno menambahkan, “Budidaya maggot sangat sederhana dan bisa dipelajari peternak setelah mengikuti pelatihan yang kami sediakan di Disnakkan Ciamis.”

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendorong peternak beralih ke pakan alternatif yang tidak bergantung pada bahan impor seperti kedelai dan jagung, yang seringkali mahal dan berdampak pada lingkungan akibat deforestasi.

Inovasi dan Dukungan Akademis

Inovasi berbasis maggot juga mendapat perhatian dari kalangan akademis. Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan pakan “Maglor,” kombinasi maggot dan daun kelor, yang terbukti meningkatkan kesehatan dan kualitas daging ayam broiler.

Sementara itu, Universitas Jambi menghasilkan “MagGrow,” pakan berbasis maggot, eceng gondok, dan daun indigofera, yang cocok untuk peternakan ikan dan unggas dengan biaya lebih rendah.

Inovasi ini memperkuat posisi maggot sebagai solusi pakan alternatif yang efisien dan berkelanjutan.

Langkah Menuju Peternakan Berkelanjutan
Disnakkan Ciamis berkomitmen mendampingi peternak dalam mengadopsi teknologi ini.

“Kami mengajak peternak untuk belajar langsung di kantor kami. Maggot adalah solusi pakan alternatif yang tidak hanya hemat, tetapi juga mendukung lingkungan,” kata Dr. Giyatno.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian untuk mengurangi ketergantungan pada pakan impor, sebagaimana disampaikan Direktur Pakan Ditjen PKH pada 2022.

Dengan biaya produksi yang lebih rendah, kualitas nutrisi tinggi, dan dampak lingkungan yang positif, maggot menjadi harapan baru bagi peternakan di Ciamis.

Inisiatif ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan peternakan yang lebih hijau dan ekonomis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini