Menjelang Lebaran 2026, Warga Ciamis Kesulitan Dapat LPG 3 Kg

Kelangkaan Lpg
Ilustrasi LPG 3 Kg

Ciamis, Jabarupdate: Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 yang jatuh pada Sabtu (21/3/2026) sesuai penetapan pemerintah, sejumlah warga di Kabupaten Ciamis mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas LPG 3 kilogram.

Kelangkaan ini mulai dirasakan sejak beberapa hari terakhir dan membuat masyarakat harus mencari hingga ke luar wilayah.

Endi, warga Kecamatan Baregbeg, mengaku sudah kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kg sejak Kamis (19/3/2026).

Ia mengatakan telah berkeliling ke berbagai warung sembako hingga pangkalan resmi, namun tidak berhasil menemukan stok yang tersedia.

“Saya sudah cari ke banyak warung dan pangkalan di Baregbeg, bahkan sampai ke daerah kota Ciamis, tetap saja kosong,” ujar Endi, Jumat (20/3/2026).

Kelangkaan LPG 3 kg ini tidak hanya terjadi di Baregbeg. Asih, warga Kecamatan Cijeungjing, juga mengalami hal serupa. Ia mengaku terpaksa membeli gas non-subsidi karena kebutuhan rumah tangga yang mendesak.

“Susah sekali cari yang 3 kg, akhirnya saya beli tabung 5 kg sekalian dengan isinya, harganya Rp 350 ribu. Karena saya belum punya tabungnya,” kata Asih.

Menurutnya, kondisi ini cukup memberatkan, terutama bagi masyarakat kecil yang terbiasa menggunakan LPG bersubsidi. Ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan pasokan.

Dia menegaskan, dengan meningkatnya aktivitas rumah tangga menjelang Lebaran, ketersediaan LPG 3 kg menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat.

“Jika kondisi ini terus berlanjut, khawatirnya akan semakin banyak warga yang terdampak dan terpaksa beralih ke gas non-subsidi dengan harga yang jauh lebih mahal,” kata dia.

Sementara itu, Mochtar, warga Kecamatan Panawangan, juga mengungkapkan bahwa kelangkaan LPG 3 kg di wilayahnya sudah terjadi lebih awal, yakni sejak Rabu (18/3/2026). Ia menyebut banyak warga yang mengeluh karena kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

“Di Panawangan sudah sulit sejak Rabu, banyak yang mencari tapi tidak dapat,” ujar Mochtar.

Menurut dia, sulitnya mendapatkan LPG 3 kg menjelang Idul Fitri memang kerap terjadi akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Namun, kondisi ini dinilai lebih parah dibandingkan Idul Fitri sebelumnya, apalagi jika dibandingkan dengan hari-hari biasa karena stok di sejumlah pangkalan terpantau kosong.

Dia berharap ada langkah cepat dari pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun distributor, untuk memastikan distribusi LPG subsidi kembali lancar.

“Selain itu, pengawasan terhadap penyaluran juga dinilai penting agar gas bersubsidi tepat sasaran,” tegasnya.

Sampai berita ini diturunkan, Jabarupdate belum mendapatkan tanggapan resmi dari Pemerintah Daerah maupun Hiswana Migas (himpunan pengusaha swasta nasional di bidang hilir migas yang menjadi mitra Pertamina dalam distribusi LPG) mengenai akar penyebab kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kabupaten Ciamis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini