Menteri Wihaji Kunjungi Ciamis, Bupati Herdiat Ungkap Data Stunting 4,4 Persen

Kunjungan Kerja Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga
Keterangan Foto : Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., dan Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya/Rizal Nurramdhani/Jabarupdate.id

Ciamis, Jabarupdate : Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ciamis dalam agenda Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) MBG 3B.

Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk menyampaikan berbagai kondisi dan program pembangunan, termasuk persoalan stunting di Kabupaten Ciamis.

Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Wihaji beserta jajaran ke Tatar Galuh. Ia menilai kehadiran pemerintah pusat menjadi kehormatan sekaligus kesempatan untuk memperkuat sinergi dalam pembangunan keluarga dan penanganan stunting.

“Selamat datang di Kabupaten Ciamis kepada Bapak Menteri beserta istri dan jajaran. Hatur nuhun Pak Menteri beserta istri atas kehadirannya di Tatar Galuh Kabupaten Ciamis,” ujar Bupati Herdiat dalam sambutannya di Gedung Islamic Center, Selasa (29/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Herdiat secara khusus menyoroti persoalan data stunting Ciamis. Ia menyebut terdapat perbedaan antara angka hasil survei dari pemerintah pusat dengan pendataan yang dilakukan di tingkat daerah.

Menurut Herdiat, berdasarkan data pemerintah pusat melalui hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Ciamis tercatat sebesar 20,23 persen.

Namun, Pemerintah Kabupaten Ciamis melakukan pendataan melalui Posyandu hingga tingkat keluarga. Dari pendataan tersebut, angka yang diterima pemerintah daerah berada di kisaran 4,4 persen.

“Kemudian ada satu yang mengganjal di pikiran kami mengenai stunting. Dari pemerintah pusat 20,23 persen hasil survei SSGI. Saya cek, saya tugaskan semua OPD mempunyai kecamatan-kecamatan binaan khusus penanganan percepatan stunting,” katanya.

Ia menjelaskan, Pemkab Ciamis berupaya memastikan data stunting melalui pendataan secara langsung. Bahkan, pemerintah daerah melakukan sensus dari rumah ke rumah untuk mendapatkan gambaran kondisi di lapangan.

“Data dari Posyandu yang kami terima insyaallah akurat, hanya 4,4 persen. Kami akan mencoba antara SSGI dengan kami. Kami sensus door to door. Mudah-mudahan bisa diluruskan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bupati Herdiat menegaskan, terlepas dari adanya perbedaan angka tersebut, Pemkab Ciamis tetap berkomitmen melakukan percepatan penanganan stunting.

Ia mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya bekerja dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

“Dari sisi materi kami angkat tangan, tapi kami siap kerja, Pak,” tegasnya.

Selain membahas stunting, Bupati Herdiat juga memaparkan sejumlah kondisi Kabupaten Ciamis kepada Menteri Wihaji. Ia menyebut mayoritas masyarakat Ciamis bekerja sebagai petani.

“Sekitar 60 persen masyarakat Ciamis disebut menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian. Berbagai komoditas juga menjadi potensi daerah, termasuk beras, daging, serta kopi robusta dan arabika,” tuturnya.

Bupati Herdiat juga menyampaikan bahwa Kabupaten Ciamis saat ini memiliki 199 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Keberadaan SPPG tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di sisi lain, Bupati Ciamis menyampaikan kondisi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dari 265 titik yang direncanakan, sebagian telah selesai dibangun, sementara lainnya masih dalam proses pembangunan.

Dengan semangat gotong royong masyarakat Ciamis dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting bagi daerah.

Ia mencontohkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang terus didorong hingga tingkat rumah tangga. Upaya tersebut dilakukan melalui pemilahan dan pengolahan sampah dari rumah sebelum disalurkan ke bank sampah.

Bupati Herdiat berharap kunjungan Menteri Wihaji dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam pembangunan keluarga serta percepatan penanganan stunting.

Dengan adanya pendataan yang lebih akurat dan kerja sama lintas sektor, Pemkab Ciamis optimistis upaya penanganan stunting dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini