Milad Gong Perdamaian Dunia: Bupati Ciamis Perkuat Semangat Damai

Milad Gong Perdamaian
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan komitmen kuat menjaga warisan budaya Tatar Galuh dalam sambutan Milad Gong Perdamaian Dunia 2025/Jabarupdate.id

Ciamis, Jabarupdate: Peringatan Milad Gong Perdamaian Dunia pada 9 September 2025 di Kabupaten Ciamis, menjadi momen penting untuk menggairahkan semangat cinta damai dan pelestarian warisan budaya Tatar Galuh.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga wujud nyata komitmen masyarakat dan pemerintah setempat dalam menjaga nilai-nilai luhur leluhur.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, dalam sambutannya menegaskan tekad kuat untuk melindungi Tatar Galuh dari berbagai ancaman, baik fisik maupun nonfisik.

Ia menyerukan kepada masyarakat untuk memegang teguh tanggung jawab moral dalam menjaga kehormatan tanah leluhur.

“Tatar Galuh adalah warisan berharga. Kita harus mempertahankannya dengan penuh semangat, namun tetap sesuai dengan tatanan adat,” ujar Herdiat pada Selasa (9/9/2025).

Menjaga Warisan Adat Galuh

Herdiat menjelaskan bahwa segala tindakan akan selaras dengan arahan Adipati, tokoh adat tertinggi dalam struktur Galuh.

Meskipun belum menyandang gelar Adipati, ia berharap dapat menjadi Prameswari, pendamping setia dalam menjaga tradisi dan budaya Galuh.

Komitmen ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir dalam peringatan Milad Gong Perdamaian Dunia.

Acara ini juga mendapat dukungan dari Abah Anton, tokoh yang dikenal sebagai “Jenderal” Gong Perdamaian Nusantara.

Ia menegaskan kesiapan untuk menyebarkan semangat perdamaian ke seluruh penjuru Indonesia.

“Gong Perdamaian Nusantara adalah simbol harmoni. Kami siap membawa pesan damai dari Ciamis ke seluruh negeri,” katanya.

Prasasti Mupulung Rahi: Simbol Cinta Damai

Sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah, Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama masyarakat berencana mendirikan Prasasti Mupulung Rahi.

Prasasti ini menjadi penanda sejarah penting yang mencerminkan nilai cinta damai dan penghormatan terhadap warisan leluhur.

“Prasasti ini akan menjadi pengingat bahwa Galuh adalah tanah yang menjunjung tinggi harmoni,” ungkap Herdiat.

Mupulung Rahi, warisan budaya berupa sepuluh perjanjian damai, menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat Galuh.

Nilai-nilai dalam perjanjian ini dianggap relevan untuk diterapkan di Indonesia saat ini, terutama di tengah tantangan stabilitas nasional.

Melalui peringatan Milad Gong Perdamaian Dunia, Ciamis ingin menginspirasi daerah lain untuk menjaga kerukunan sosial.

Kendala Cuaca Tak Surutkan Semangat

Meskipun acara ini sempat terkendala dengan batalnya kehadiran salah satu tokoh penting akibat cuaca buruk, semangat peringatan Milad Gong Perdamaian Dunia tetap terjaga.

Tokoh tersebut terpaksa menunda keberangkatan karena agenda mendesak di Bogor pada pukul 15.00 WIB.

Namun, antusiasme masyarakat dan komitmen pemerintah setempat memastikan acara berjalan dengan khidmat.

Dari Ciamis, kata Herdiat, semangat Milad Gong Perdamaian Dunia diharapkan dapat menyebar, menginspirasi masyarakat Indonesia untuk terus menjaga perdamaian dan melestarikan warisan budaya.

Laporan: Pepi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini