Musrenbang Pamarican: H. Asep Soroti Sekolah Rusak yang Mengancam Siswa

Musrenbang Pamarican
H. Asep Rahmat (DPRD Ciamis Fraksi PAN) menyampaikan kritik terhadap kondisi sekolah rusak di Musrenbang Kecamatan Pamarican, Senin (2/2/2026)/Jabarupdate.id

Ciamis, Jabarupdate: Anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari Fraksi PAN, H. Asep Rahmat memberikan catatan kritis dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Pamarican, Senin (02/02/2026)

Ia menyoroti kondisi sarana pendidikan, khususnya sekolah dasar, yang dinilai sudah tidak layak dan membahayakan keselamatan siswa.

Dalam forum diskusi bersama unsur pemerintah kecamatan, kepala desa, dan tokoh masyarakat tersebut, H. Asep mengungkapkan keprihatinannya atas laporan kerusakan berat bangunan sekolah di sejumlah desa di wilayah Pamarican.

Bahkan, ditemukan fakta bahwa ada bangunan sekolah yang terpaksa dirobohkan secara mandiri karena kondisinya sangat mengancam nyawa anak didik.

H. Asep menegaskan bahwa meski keuangan daerah memiliki keterbatasan, sektor pendidikan dan kesehatan harus menjadi prioritas dominan yang tidak bisa ditawar.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur fisik lainnya akan terasa hambar jika kebutuhan dasar seperti keamanan ruang belajar belum terpenuhi.

“Semua program memang bermuara pada kondisi keuangan daerah yang terbatas. Namun, pendidikan dan kesehatan adalah sektor dominan yang wajib kita perjuangkan bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, H. Asep juga mengkritisi sinkronisasi antara visi nasional Indonesia Emas dengan realita di lapangan.

Ia mempertanyakan efektivitas program penguatan SDM jika fasilitas penunjang utamanya masih dalam kondisi memprihatinkan.

“Apa artinya anak-anak diberi makanan bergizi jika sekolahnya hampir roboh? Negara memiliki kewajiban menjamin hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, mulai dari fasilitas yang aman hingga tenaga pengajar yang berkualitas,” tambahnya.

Dalam Musrenbang tersebut terungkap bahwa dari 14 desa di Kecamatan Pamarican, usulan masyarakat masih didominasi oleh pembangunan infrastruktur umum seperti jalan dan irigasi.

Sementara itu, usulan yang menyentuh langsung perbaikan sektor pendidikan dan kesehatan tergolong masih minim.

“Saya melihat usulan dari 14 desa di Kecamatan Pamarican ini masih didominasi pembangunan infrastruktur umum seperti jalan dan irigasi. Sementara itu, usulan yang menyentuh langsung perbaikan sektor pendidikan dan kesehatan justru masih sangat minim,” ujarnya.

H. Asep berharap ke depan ada keseimbangan antara pembangunan fisik kewilayahan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Ia juga menyoroti adanya perbedaan data (disparitas) antara laporan resmi kementerian yang seringkali menyatakan kondisi sekolah dalam keadaan baik, dengan fakta memprihatinkan yang ia temukan langsung di lapangan.

Menutup pernyataannya, legislator PAN ini mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga tingkat desa, untuk menunjukkan kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan di Ciamis.

“Mari kita membangun daerah bukan hanya dengan slogan, tetapi dengan memastikan anak-anak kita memiliki tempat belajar yang layak, aman, dan manusiawi,” pungkasnya.

Melalui momentum Musrenbang ini, diharapkan usulan perbaikan sekolah rusak di Kecamatan Pamarican dapat masuk dalam skala prioritas RKPD Kabupaten Ciamis tahun mendatang guna menghindari jatuhnya korban jiwa akibat bangunan yang lapuk.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini