New York Times Menemukan Tujuh Kebohongan Israel Kepada Media, Simak Penjelasannya

New York Times menemukan tujuh kebohongan Israel kepada media yang belum banyak diketahui.
New York Times menemukan tujuh kebohongan Israel kepada media yang belum banyak diketahui.

Internasional, Jabarupdate: New York Times menemukan tujuh kebohongan Israel kepada media yang belum banyak diketahui. Investigasi New York Times terhadap pengeboman Rumah Sakit Al-Ahli menyimpulkan bahwa Israel menampilkan video yang sama sekali berbeda.

Laporan ini membuktikan hal yang sudah dipublikasikan ke media berbeda dengan kenyataannya. Secara tidak langsung Israel berbohong kepada media.

Melansir dari laman The Imeu berikut ini tujuh kebohongan Israel kepada media yang belum banyak diketahui.

1. Pengeboman Rumah Sakit Al-Ahli

New York Times telah menemukan video yang digunakan oleh pemerintah israel untuk membuktikan bahwa mereka tidak menargetkan rumah sakit.

Namun, hal ini bertentangan. Pasalnya roket yang ada dalam video tersebut bukanlah roket yang sama dengan yang menghantam rumah sakit. New York Times tidak menyimpulkan pelaku pengeboman rumah sakit.

New York Times mempertanyakan narasi resmi Israel, menggarisbawahi sejarah Israel yang berbohong kepada media tentang kejahatan perangnya.

2. Penggunaan Senjata Kimia “Fosfor Putih” 

Pada tahun 2023. Israel pada awalnya membantah menggunakan fosfor putih terhadap warga sipil di Gaza. Namun, Human Rights Watch kemudian memverifikasi penggunaan fosfor putih oleh Israel di Gaza

3. Pengeboman ke Warga Sipil yang Mengungsi

Setelah Israel mengatakan kepada banyak warga sipil Gaza untuk mengevakuasi diri melalui jalur utara sebagai rute aman. Namun,

New York Times menemukan fakta bahwa Israel mengebom warga Palestina di jalur tersebut, menewaskan 70 orang.

Israel membantah telah mengebom warga Palestina di jalur tersebut. Beberapa media melaporkan bahwa serangan tersebut merupakan hasil dari serangan udara Israel.

4. Terbunuhnya Shireen Abu Akleh

Ketika seorang tentara Israel membunuh reporter Amerika keturunan Palestina, Shireen Abu Akleh, tahun 2021.

Pada awalnya Israel menyalahkan warga Palestina. New York Times menemukan kejanggalan dan menyimpulkan bahwa penembak jitu Israel menembak korban. Pada akhirnya Israel mengakui membunuh jurnalis tersebut sebulan setelahnya.

5. Terbunuhnya Ahmad Erekat

Pada tahun 2020, Ahmad Erakat sedang dalam perjalanan menuju pernikahan saudara perempuannya ketika ia menabrakkan mobilnya di pos pemeriksaan Israel.

Mereka menembak dan membunuhnya. Israel mengklaim dan mengatakan Ahmad mendekati tentara Israel setelah keluar dari mobilnya, tetapi analisis video menyimpulkan bahwa ia bergerak menjauh dari tentara dengan mengangkat tangannya.

6. Pembunuhan Dua Remaja Palestina

Pada tahun 2014, tentara Israel menembak dan membunuh dua orang Palestina. Para korban bernama Nadim Nuwarah, 17 tahun dan Mohammed Salameh, 16 tahun.

Para tentara Israel mengklaim bahwa mereka tidak menggunakan peluru tajam dalam aksi protes tersebut. Namun, New York Times menemukan video hasil otopsi dan beberapa investigasi. Dari beberapa fakta yang didapat dapat dibuat kesimpulan bahwa tentara Israel menembak kedua remaja tersebut hingga tewas.

7. Tewasnya Rachel Corries

Pada tahun 2003, seorang tentara Israel menabrak seorang aktivis Amerika berusia 23 tahun, Rachel Corrie. Korban ketika itu mencoba menghalangi tentara tersebut untuk menghancurkan rumah sebuah keluarga Palestina di Gaza.

Tentara Israel mengatakan bahwa itu adalah kecelakaan dan menyalahkan Carrie atas kematiannya sendiri, tetapi tujuh saksi mata menegaskan bahwa tentara tersebut melihat korban sebelum memilih untuk menabraknya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini