Ratusan siswa Ciamis ikuti Oltrad 2025 di Stadion Prabu Linggabuana. Olahraga tradisional di Ciamis jadi pencari bakat & benteng karakter Sunda lawan gawai.
Ciamis, Jabarupdate: Ratusan siswa sekolah dasar (SD) dari 27 kecamatan di Kabupaten Ciami, memadati Stadion Atletik Prabu Linggabuana, Kelurahan Linggasari, pada Rabu (29/10/2025).
Mereka mengikuti Olimpiade Olahraga Tradisional (Oltrad) 2025 yang bertujuan mencari bibit atlet sekaligus mempertahankan olahraga tradisional di Ciamis sebagai warisan budaya Sunda.
Pencarian Bakat dan Pendidikan KarakterKetua Pelaksana Oltrad 2025, Ely, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan.
“Kami ingin menemukan talenta muda yang akan mewakili Ciamis di tingkat Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.
Lebih dari itu, olahraga tradisional di Ciamis menjadi sarana pendidikan karakter bagi anak-anak sejak dini.
“Perkembangan olahraga tradisional harus tetap dijaga kelestariannya di tengah arus globalisasi zaman sekarang,” tambah Ely.
Dukungan Dinas PendidikanSekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Muharam Ahmad Jajuli, menyoroti nilai strategis kegiatan ini.
Menurutnya, olahraga tradisional efektif membentuk karakter kesundaan yang mulai terkikis oleh pengaruh gawai.
“Mungkin di daerah lain anak-anak memainkan gawai, tetapi di sini mereka berlomba dalam olahraga tradisional,” ungkap Jajuli.
Ia menilai permainan seperti egrang, engklek, dan sunda manda mampu menanamkan nilai kebersamaan, ketangkasan, dan rasa bangga terhadap budaya lokal.
Dampak Jangka Panjang
Oltrad 2025 diikuti ratusan peserta perwakilan 27 kecamatan. Selain memperebutkan gelar juara, ajang ini menjadi bukti nyata bahwa olahraga tradisional di Tatar Galuh tetap hidup dan relevan di era digital.
Kegiatan serupa diharapkan terus digelar untuk mencegah hilangnya identitas budaya di kalangan generasi muda.
Dengan demikian, olahraga tradisional di Ciamis tidak hanya melahirkan atlet potensial, tetapi juga memperkuat benteng karakter Sunda yang kokoh menghadapi tantangan globalisasi.
Laporan: Maharaja




