
Ciamis, Jabarupdate: Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Ciamis mengikuti Capacity Building Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Priangan Timur yang berlangsung di Bali pada 21-24 Oktober 2025.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis mempercepat digitalisasi transaksi keuangan daerah, khususnya pajak dan retribusi non-tunai, guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Acara yang dihadiri puluhan perwakilan Bapenda dari Kabupaten/Kota Priangan Timur ini menargetkan minimal 80% transaksi non-tunai pada 2025.
“Bapenda adalah garda terdepan TP2DD karena pajak daerah seperti PBB, BPHTB, pajak hotel, dan reklame wajib terintegrasi dengan QRIS statis/dinamis serta sistem e-SPPT dan e-BPHTB,” jelas koordinator TP2DD Priangan Timur dalam sesi pembukaan.
Delegasi Bapenda Ciamis mendapatkan pelatihan intensif pengelolaan pajak daerah berbasis teknologi informasi.
Materi mencakup analisis data untuk mendeteksi kebocoran pajak, integrasi sistem dengan instansi seperti Dukcapil dan BPN, serta pemanfaatan kanal pembayaran digital seperti bank, fintech, dan minimarket.
Kepala Bapenda Ciamis Dr. Aef Saefuloh menyampaikan, para perwakilan Bapenda diajarkan menyusun roadmap digitalisasi prioritas: pajak daerah dulu, lalu retribusi pasar, parkir, RSUD, hingga belanja daerah.
Capacity Building TP2DD ini bertujuan tiga hal utama. Pertama, meningkatkan kompetensi SDM dalam memahami regulasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dan menguasai teknologi QRIS, virtual account, hingga e-wallet.
Kedua, mengoptimalkan PAD melalui penemuan sumber pajak baru, edukasi wajib pajak, serta strategi penagihan tunggakan yang efektif.
Ketiga, memodernisasi tata kelola dengan digitalisasi proses pendaftaran hingga pelaporan, sekaligus menerapkan prinsip good governance dan anti-korupsi.
Bapenda Ciamis menegaskan komitmen penuh. “Kami akan langsung terapkan e-SPPT dan QRIS untuk layanan pajak yang lebih cepat, transparan, dan ramah masyarakat,” kata Aef.
Menurut dia, langkah ini diharapkan meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan mengurangi tunggakan secara signifikan pada 2026.
Kegiatan di Bali melibatkan simulasi praktis, studi kasus, dan penyusunan action plan daerah. TP2DD Priangan Timur juga mendorong kolaborasi antar-Bapenda untuk berbagi best practice digitalisasi.
“Dengan penguatan kapasitas ini, Ciamis siap menjadi percontohan akselerasi cashless di Jawa Barat,” tambahnya.
Inisiatif nasional ini selaras dengan target pemerintah pusat mempercepat transformasi digital keuangan daerah.
Keberhasilan Capacity Building TP2DD Priangan Timur di Bali menjadi momentum bagi Bapenda Ciamis mewujudkan PAD berkelanjutan melalui teknologi.



