Ciamis, Jabarupdate : Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus mendorong transformasi digital di tingkat desa.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengembangan Superdesa V2 untuk mendukung pelayanan administrasi dan penyampaian informasi publik yang lebih terintegrasi.
Sosialisasi Superdesa V2 digelar pada Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Ciamis memperkuat pemanfaatan teknologi dalam tata kelola pemerintahan desa.
Kepala Diskominfo Ciamis, Enda Hidayat, mengatakan Superdesa dikembangkan sebagai platform digital yang dapat membantu pemerintah desa dalam memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat.
“Superdesa ini disiapkan oleh Diskominfo Kabupaten Ciamis untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh desa,” ujar Enda.
Menurutnya, Superdesa memiliki dua fungsi utama, yakni mendukung administrasi pemerintahan desa dan menyediakan sistem informasi desa.
Pada pengembangan Superdesa V2, Diskominfo Ciamis melakukan sejumlah pembaruan agar sistem dapat memberikan layanan yang lebih terintegrasi. Salah satunya melalui koneksi dengan layanan kependudukan Silancar serta ekosistem aplikasi Helo Ciamis.
Superdesa V2 Gunakan Konsep Single Portal
Pengembangan Superdesa V2 tidak hanya berfokus pada perubahan tampilan. Sistem baru tersebut juga dirancang untuk memperkuat fondasi teknologi, termasuk aspek skalabilitas, integrasi layanan, keamanan data, dan kemudahan penggunaan.
Konsep Single Portal menjadi salah satu bagian penting dalam Superdesa V2. Melalui konsep ini, sejumlah layanan desa dapat dihimpun dalam satu ekosistem digital.
Setidaknya terdapat tiga modul utama yang disiapkan, yakni E-Office, Silancar, dan Website Desa.
Modul E-Office dirancang untuk membantu aparatur desa mengelola administrasi pemerintahan. Fungsinya mencakup pengelolaan data kepegawaian serta administrasi persuratan secara elektronik.
Dengan sistem tersebut, proses surat-menyurat, mulai dari permohonan masyarakat hingga penerbitan surat keluar, diharapkan dapat berlangsung lebih tertib dan mudah dipantau.
Sementara itu, Modul Silancar diarahkan untuk mendukung pelayanan administrasi kependudukan.
“Sistem ini diproyeksikan terhubung dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sehingga proses pengajuan dan pemantauan dokumen kependudukan dapat dilakukan dengan lebih praktis,” ujarnya.
Layanan tersebut mencakup kebutuhan administrasi seperti Kartu Keluarga (KK), KTP elektronik, akta kelahiran, hingga akta kematian.
Website Desa Jadi Pusat Informasi Publik
Modul lainnya adalah Website Desa. Fitur ini disiapkan sebagai sarana pemerintah desa dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara terbuka.
Melalui website tersebut, desa dapat mempublikasikan berbagai informasi, mulai dari berita kegiatan pemerintahan, statistik desa, hingga potensi unggulan daerah.
Website desa juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk UMKM dan potensi wisata yang dimiliki masing-masing desa.
Superdesa V2 sendiri berbasis website. Artinya, perangkat desa dapat mengakses sistem melalui browser tanpa harus memasang banyak aplikasi berbeda pada perangkat yang digunakan.
Kemudahan akses juga diperkuat melalui integrasi dengan Helo Ciamis. Ke depan, masyarakat diharapkan dapat mengakses informasi dan layanan desa melalui satu ekosistem digital tersebut.
Integrasi ini memungkinkan masyarakat memperoleh informasi desa, membaca berita, serta memantau layanan administrasi tanpa harus mencari alamat website desa secara terpisah.
Pengembangan Superdesa V2 di Ciamis menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang lebih modern. Digitalisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintah desa.
Dengan layanan yang semakin terintegrasi, Superdesa V2 diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi aparatur desa sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, tertib, dan mudah diakses masyarakat.











