Olahraga, Jabarupdate : Harapan Bobotoh untuk melihat aksi perdana Mariano Peralta bersama Persib Bandung di semifinal Piala Presiden 2026 harus kembali tertunda.
Meski sudah bergabung dalam latihan tim, pemain asal Argentina tersebut dipastikan belum siap diturunkan saat Maung Bandung menghadapi Persija Jakarta.
Persib Bandung akan menjalani laga penuh gengsi kontra Persija Jakarta pada babak semifinal Piala Presiden 2026, Selasa (4/8/2026), di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.
Pertandingan ini menjadi perhatian besar publik sepak bola Indonesia, bukan hanya karena rivalitas kedua klub, tetapi juga karena banyak yang menantikan debut pemain anyar Persib, Mariano Peralta.
Peralta sebelumnya menjadi salah satu nama yang paling banyak diperbincangkan setelah bergabung dengan Persib. Statusnya sebagai pemain terbaik Super League musim 2025/2026 membuat ekspektasi terhadap penampilannya cukup tinggi.
Bobotoh berharap kehadirannya dapat memberikan warna baru bagi lini serang Persib pada musim kompetisi mendatang.
Namun, tim pelatih Persib memilih tidak terburu-buru memainkan sang pemain. Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, menegaskan bahwa kondisi Peralta masih belum memungkinkan untuk tampil dalam pertandingan dengan intensitas tinggi seperti semifinal Piala Presiden.
Menurut Igor, waktu adaptasi yang dimiliki Peralta masih sangat singkat. Sang pemain baru menjalani beberapa sesi latihan bersama skuad Maung Bandung sehingga belum cukup untuk memahami seluruh aspek permainan tim.
“Dia dipastikan belum siap, karena dia baru latihan berapa, dua kali latihan? Jika Anda bisa menyiapkan pemain untuk berlatih dan bermain dalam dua hari, maka Anda harusnya yang menjadi pelatih,” ujar Igor Tolic, Senin (3/8/2026).
Pelatih asal Kroasia tersebut menilai seorang pemain membutuhkan proses untuk mencapai kondisi terbaik, baik secara fisik maupun pemahaman taktik.
Apalagi pertandingan menghadapi Persija memiliki tekanan besar karena menyangkut gengsi dua klub dengan basis pendukung terbesar di Indonesia.
Igor tidak ingin mengambil risiko dengan memaksakan Peralta tampil sebelum benar-benar siap. Menurutnya, kualitas seorang pemain tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga bagaimana pemain tersebut bisa menyatu dengan sistem permainan yang diterapkan tim.
Meski belum bisa dimainkan, Peralta tetap akan dibawa bersama skuad Persib untuk menghadapi pertandingan semifinal. Kehadirannya di lingkungan tim diharapkan dapat membantu proses adaptasi dan mempercepat pemahamannya terhadap karakter permainan Persib.
“Dia akan bersama kami, dia akan bersama kami, dia akan siap untuk sesuatu. Mungkin kami masukkan ke dalam tim, mungkin tidak, tetapi setelah dua hari latihan dipastikan belum siap untuk bermain,” kata Igor.
Keputusan Persib menahan debut Peralta menjadi langkah antisipasi agar pemain tersebut tidak mengalami kendala fisik maupun cedera akibat dipaksakan bermain terlalu cepat. Terlebih, pertandingan semifinal Piala Presiden membutuhkan kesiapan penuh dari setiap pemain yang tampil.
Bagi Bobotoh, meski belum bisa melihat langsung aksi Peralta di lapangan, kedatangannya tetap menjadi kabar positif. Rekam jejak sang pemain selama memperkuat klub sebelumnya menjadi alasan mengapa banyak pendukung Persib menaruh harapan besar kepadanya.
Peralta diproyeksikan menjadi salah satu pemain penting dalam skuad Persib. Dengan kemampuan mencetak gol dan pengalaman bermain di kompetisi level tertinggi, dirinya diharapkan mampu menjadi solusi tambahan bagi lini depan Maung Bandung.
Sementara itu, Persib akan fokus menghadapi Persija dengan komposisi pemain yang sudah lebih dulu menjalani persiapan. Laga semifinal Piala Presiden 2026 dipastikan menjadi ujian berat bagi kedua tim yang sama-sama memburu tiket menuju partai puncak.
Debut Mariano Peralta bersama Persib kini tinggal menunggu waktu. Bobotoh harus bersabar hingga sang pemain benar-benar siap memberikan kontribusi terbaiknya dengan balutan jersey Maung Bandung.




