Ciamis, Jabarupdate :Kampung Angklung Ciamis di Desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, semakin mendapat perhatian sebagai salah satu pusat pelestarian seni tradisional Sunda.
Hal itu terlihat saat Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan (Dapil) X Jawa Barat, Rina Saadah, melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke lokasi tersebut, Senin (3/8/2026).
Kunjungan Rina Saadah disambut hangat oleh Camat Ciamis, Kepala Desa Panyingkiran, para pegiat seni, serta masyarakat setempat. Suasana semakin semarak ketika rombongan disambut dengan pertunjukan musik angklung yang dibawakan secara harmonis oleh para seniman Kampung Angklung Ciamis.
Tidak hanya menjadi penonton, Rina Saadah juga ikut merasakan pengalaman memainkan alat musik bambu khas Sunda tersebut. Dengan bimbingan langsung dari pengelola Kampung Angklung Ciamis, Kang Nunu, ia bersama rombongan mencoba memainkan beberapa lagu Nusantara, termasuk lagu legendaris Bengawan Solo.
“Alhamdulillah, hari ini kami berkesempatan berkunjung ke Kampung Angklung di Kabupaten Ciamis. Baru diajari sebentar ternyata sudah bisa memainkan beberapa nada. Memang susah-susah gampang, tetapi sangat menyenangkan. Angklung Ciamis ini luar biasa,” ujar Rina.
Rina Saadah Apresiasi Kampung Angklung Ciamis
Setelah mengikuti sesi bermain angklung, Rina melanjutkan kunjungannya dengan melihat secara langsung proses pembuatan angklung yang dikerjakan para pengrajin lokal.
Ia mengapresiasi ketelitian para perajin dalam mengolah bambu menjadi alat musik berkualitas. Menurutnya, keterampilan tersebut merupakan aset budaya yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
Rina berharap Kampung Angklung Ciamis memperoleh dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Dengan demikian, kawasan tersebut dapat berkembang menjadi destinasi wisata edukasi budaya yang mampu menarik wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kampung Angklung ini memiliki potensi yang sangat besar. Saya berharap terus mendapat dukungan sehingga bisa menjadi destinasi wisata budaya unggulan di Kabupaten Ciamis dan dikenal lebih luas,” katanya.
Dukung UMKM Pengrajin Angklung
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal, Rina Saadah juga membeli beberapa unit angklung hasil karya pengrajin Desa Panyingkiran.
Menurutnya, langkah sederhana tersebut diharapkan dapat membantu mempromosikan produk UMKM berbasis budaya hingga ke tingkat nasional. Angklung yang dibawanya ke Jakarta akan menjadi salah satu media untuk memperkenalkan kekayaan budaya Ciamis kepada masyarakat yang lebih luas.
Dukungan terhadap produk lokal, lanjutnya, merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan ekonomi kreatif sekaligus melestarikan warisan budaya Sunda.
Kampung Angklung Ciamis Dirintis Sejak 1996
Sementara itu, Pengelola Kampung Angklung Ciamis, Kang Nunu, mengaku bersyukur atas kunjungan Rina Saadah. Menurutnya, perhatian dari wakil rakyat menjadi motivasi bagi para pegiat seni untuk terus mengembangkan Kampung Angklung.
Ia menceritakan, dirinya mulai mendalami seni angklung sejak tahun 1996 setelah lulus dari bangku SMP. Sejak saat itu, ia berkomitmen melestarikan seni musik tradisional agar tetap diminati oleh generasi muda.
“Kami berharap kunjungan Ibu Rina Saadah menjadi penyemangat bagi masyarakat. Semoga Kampung Angklung semakin berkembang, semakin dikenal, dan makin banyak anak muda yang mencintai seni angklung,” ujarnya.
Kang Nunu juga menjelaskan bahwa keberhasilan memainkan angklung secara harmonis sangat bergantung pada arahan seorang dirigen.
“Kalau dirigennya bagus dan semua kompak, meski baru belajar beberapa menit, satu kelompok sudah bisa memainkan lagu dengan baik dan tampil di berbagai kegiatan, baik acara resmi maupun hiburan,” pungkasnya.
Dengan potensi seni, budaya, dan pemberdayaan UMKM yang dimiliki, Kampung Angklung Ciamis dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata budaya sekaligus pusat edukasi seni tradisional Sunda di Kabupaten Ciamis.




