Ramadan di Ciamis, Kadisbudpora: Harmoni Ibadah dan Pelestarian Budaya Lokal

CIAMIS, Jabarupdate: Ramadan di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, memiliki warna yang berbeda dibandingkan daerah lain.

Selain sebagai bulan suci untuk beribadah, Ramadan juga menjadi momentum untuk merayakan dan melestarikan tradisi budaya yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Drs. H. Dadang Darmawan, mengatakan bahwa Ramadan di Ciamis bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga perayaan kearifan lokal yang sarat makna.

“Di Ciamis, Ramadan selalu diiringi tradisi khas seperti Munggahan, Ngikis, Nadran, hingga Nyepuh, yang mengandung nilai spiritual dan kebersamaan,” ujarnya, Rabu (12/03/2025).

Salah satu tradisi yang paling dinanti adalah Malam Likuran, di mana warga mengadakan arak-arakan sambil mengenakan pakaian tradisional dan membawa makanan khas daerah sebagai ungkapan syukur.

Di malam-malam Ramadan, masyarakat juga aktif mengikuti pengajian dan pembacaan Al-Quran berjamaah.

Disbudpora Ciamis berperan aktif menjaga keberlangsungan tradisi tersebut. Beragam program digelar untuk mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda, mulai dari pertunjukan seni hingga lomba budaya religi.

“Kami ingin Ramadan menjadi momen untuk memperkuat identitas budaya Ciamis dan menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan leluhur,” tambah Dadang.

“Dengan semangat kolaborasi antara nilai religius dan budaya, Ramadan di Ciamis menjadi lebih dari sekadar bulan puasa, ia hadir sebagai ruang spiritual sekaligus panggung pelestarian budaya yang harmonis dan penuh makna,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini