Remaja di Ciamis Bunuh Nenek?, Jasad Ditemukan Usai Akui via WhatsApp

Remaja di Ciamis Bunuh Nenek
Ilustrasi/X.com

Ciamis, Jabarupdate: Seorang remaja di Kabupaten Ciamis bernama Salman (18) tega bunuh nenek berusia 70 tahun.

Warga Dusun Citengah, Desa Sukamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, dikejutkan oleh kasus pembunuhan yang melibatkan seorang remaja bernama Salman.

Ia mengaku melalui WhatsApp kepada ibunya telah membunuh neneknya, Cucu Cahyati (70).

Jasad korban akhirnya ditemukan pada Selasa, 3 Juni 2025, di sebuah jurang, 500 meter dari rumahnya.

Pengakuan Mengejutkan via WhatsApp

Kejadian bermula pada Senin sore, ketika Salman mengirim pesan WhatsApp kepada ibunya, mengaku telah membunuh Cucu Cahyati, neneknya yang dilaporkan hilang sejak tiga hari sebelumnya.

Keluarga segera melapor ke Polsek Cihaurbeuti. Kerabat korban, Dodi, mengaku kepada Polisi bahwa keluarga dan warga sekitar sudah mencari ke mana-mana, tapi tidak ketemu.

Rumah nenek Cucu dalam keadaan terkunci, setelah didobrak, ditemukan ada bercak darah di kasur.

Kepala Desa Sukamulya, Agus Sudrajat, membenarkan laporan kehilangan tersebut.

“Warga sudah berusaha mencari, tapi hasilnya nihil. Kami lalu melapor ke polsek,” katanya.

Warga sempat berencana meminjam kunci rumah dari keluarga Salman, yang kini buron.

Penemuan Jasad Korban

Setelah pencarian intensif, jasad Cucu Cahyati ditemukan pada Selasa, 3 Juni 2025, sekitar pukul 09.00 WIB, di aliran selokan Ciarileu, Dusun Petir, Desa Sukamulya.

Lokasi penemuan berada di jurang sedalam 10 meter, sekitar 500 meter dari rumah korban, tersembunyi di antara rimbunan pepohonan.

“Kami bersyukur jasad korban akhirnya ditemukan,” ujar Kepala Dusun Bojong, Nana Rohana.

Pencarian dilakukan oleh tim gabungan Polres Ciamis, TNI, BPBD, dan warga setempat. Olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah pelaku dan korban, yang bersebelahan, mengungkap bercak darah dan barang bukti lainnya.

Pengejaran Pelaku

Polisi kini memburu Salman, yang diduga melarikan diri ke luar kota. Tim Buser Satreskrim Polres Ciamis melacak sinyal ponsel pelaku yang masih aktif.

Salman sempat berkomunikasi dengan keluarganya via WhatsApp, memberikan petunjuk tentang keberadaan jasad korban, namun petunjuk itu awalnya tidak membuahkan hasil.

“Pengejaran pelaku masih berlangsung,” kata Nana Rohana.

Warga Gelisah

Kejadian ini membuat warga Dusun Citengah diliputi ketegangan. Pengakuan remaja di Ciamis bunuh nenek melalui WhatsApp dan penemuan jasad korban menjadi perbincangan hangat.

“Kami syok, tidak menyangka Salman melakukan ini,” ujar seorang warga.

Polres Ciamis, dipimpin Kapolres AKBP Akmal, terus menyelidiki kasus ini. Informasi lebih lanjut akan diumumkan seiring perkembangan penyelidikan.

Laporan: Maharaja

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini