Ciamis, Jabarupdate: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis, Jawa Barat, berencana segera merenovasi kios-kios di Blok A Pasar Manis yang hangus terbakar.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menyatakan bahwa langkah renovasi ini dilakukan agar para pedagang terdampak dapat kembali berjualan secepatnya.
“Kami targetkan renovasi selesai sebelum Idul Fitri 1446 H. Insya Allah proses pembangunan berjalan lancar,” ujar Herdiat saat meninjau lokasi kebakaran pada Sabtu (1/3/2025).
Pasar Manis merupakan aset penting milik pemerintah daerah. Herdiat menegaskan pihaknya berkomitmen merehabilitasi kawasan yang terbakar agar kegiatan ekonomi masyarakat kembali pulih.
“Saya sangat prihatin atas musibah ini,” kata dia. Ia menilai bahwa banyak keluarga menggantungkan hidup mereka di sini.
Pemkab Ciamis akan menggunakan dana yang tersedia untuk renovasi, tanpa mempersoalkan besar kecilnya anggaran.
“Berapa pun anggaran yang diperlukan, kami siap untuk masyarakat,” tegas Herdiat.
Herdiat juga menyampaikan bahwa mental para pedagang yang terdampak menjadi perhatian utama. Terlebih, musibah kebakaran ini terjadi sehari sebelum Ramadan.
Saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian, sementara jumlah kerugian masih dalam proses pendataan. Aktivitas berjualan di area terdampak dihentikan sementara hingga proses renovasi selesai.
“Lokasi ini akan kami tutup untuk dibangun kembali. Mohon doa dan kesabaran dari semua pihak,” pungkas Herdiat.
Kebakaran Blok A Pasar Manis: Lima Unit Damkar Dikerahkan
Sebelumnya, kebakaran melanda Blok A Pasar Manis Ciamis pada Selasa malam (27/2/2025) sekitar pukul 19.00 WIB. Area ini dikenal sebagai pusat penjualan pakaian dan sayuran.
Erin, salah satu pedagang di Blok A, mengaku pertama kali mengetahui kebakaran setelah menerima kabar dari rekan sesama pedagang.
“Saya mendapat kabar sekitar pukul 19.00 WIB dan langsung bergegas ke lokasi. Rasanya tidak percaya kios tempat saya berdagang habis terbakar,” kata Erin.
Sesy (22), warga sekitar, mendengar suara sirine pemadam kebakaran yang melaju ke arah pasar.
“Saya segera memberi tahu keluarga dan pedagang lainnya untuk memastikan kondisi mereka,” ujarnya.
Hingga pukul 20.24 WIB, api masih terus menyala. Lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api.
Namun, petugas sempat mengalami kendala akibat banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi kebakaran.
Selain petugas pemadam, tim gabungan dari BPBD, TNI, dan kepolisian membantu mengevakuasi barang-barang milik pedagang yang masih bisa diselamatkan.
Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Sementara itu, jumlah kerugian pedagang belum dapat dipastikan.




