Rumah Dinas Wakil Bupati Ciamis Kosong, Pemkab Pastikan Aset Tetap Terjaga

Rumah dinas wakil bupati Ciamis
Penampakan Rumah Dinas Wakil Bupati Ciamis yang kini tampak lengang dan sunyi/Jabarupdate.id

Ciamis, Jabarupdate: Pascawafatnya Wakil Bupati Ciamis terpilih, Yana D. Putra, beberapa hari sebelum pengumuman resmi kemenangan, Rumah Dinas Wakil Bupati Ciamis hingga kini masih terpantau kosong.

Meski tanpa penghuni, Pemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan pengelolaan dan perawatan aset negara tersebut tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Pantauan di kawasan pusat pemerintahan menunjukkan suasana bangunan yang lengang.

Halaman yang biasanya menjadi pusat aktivitas protokoler kini tampak sunyi dengan pagar tertutup.

Kendati demikian, area taman tetap terlihat terawat, menciptakan kenyamanan di tengah duka mendalam yang masih dirasakan masyarakat Kabupaten Ciamis.

Kepergian sosok Almarhum Yana D. Putra yang dikenal santun dan dekat dengan rakyat ini meninggalkan lubang besar bagi dinamika politik daerah.

Almarhum diketahui tidak sempat menempati rumah dinas tersebut untuk masa pengabdian periode berikutnya.

Seorang warga sekitar mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas suasana sunyi tersebut.

“Rasanya seperti ada yang hilang. Dulu kami sering melihat aktivitas di sana, sekarang sunyi sekali,” ujarnya.

Secara administratif, kekosongan rumah dinas merupakan konsekuensi dari belum adanya pejabat definitif yang mengisi jabatan Wakil Bupati.

Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, M. Azis Muslih, memastikan pihaknya terus melakukan pengawasan agar aset tidak terbengkalai.

“Ya tentu tidak akan sama ketika ada penghuninya. Tapi setiap hari tetap dijaga oleh Satpol PP. Petugas kebersihan juga tetap kami tempatkan di rumah dinas,” tegas Azis saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, Senin (2/3/2026)

Ia juga menambahkan langkah preventif telah dilakukan terhadap seluruh barang inventaris di dalam bangunan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Untuk barang-barang sudah kami amankan. Intinya tetap ada pengawasan,” katanya.

Mengenai aspek finansial, Azis menjelaskan meskipun rumah dalam kondisi kosong, alokasi anggaran pemeliharaan tetap tersedia.

Lebih lanjut Azis menekankan Bagian Umum hanya bertindak sebagai pelaksana teknis.

“Kami hanya menganggarkan, tapi tidak sampai pada pencairan. Proses pencairan kembali ke kas daerah. Jadi kami ini pelaksana teknis,” jelas Azis secara rinci.

Fokus anggaran saat ini dialokasikan untuk perawatan rutin guna mencegah kerusakan bangunan yang lebih parah akibat tidak dihuni dalam jangka waktu lama.

“Namanya rumah kosong, walaupun setiap hari dibersihkan tetap berbeda. Tapi mau diisi atau kosong, tetap ada biaya pemeliharaan. Kalau tidak dijaga, perbaikannya nanti bisa lebih parah,” tambahnya.

Kini, rumah dinas tersebut berdiri dalam keheningan, menjadi saksi bisu perjalanan politik yang tak terduga di Tatar Galuh, sekaligus menyimpan harapan masyarakat agar estafet kepemimpinan segera menemukan kepastian demi keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Ciamis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini