Safari Budaya Membatik, Dinas Pariwisata: Mengenal Proses Batik Tulis Ciamis

Safari Budaya Membatik
Rangkaian kegiatan edukasi dan praktik membatik dalam program Safari Budaya di pelataran Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Kabupaten Ciamis

Ciamis, Jabarupdate: Sebanyak 280 siswa SMPN 1 Baregbeg, Kabupaten Ciamis, mengenal proses batik tulis melalui kegiatan kokurikuler Safari Budaya di pelataran Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Kabupaten Ciamis pada Selasa (20/10/2026).

Kegiatan bertema muatan lokal kearifan lokal ini mengajak pelajar praktik langsung memakai canting dan malam sebagai bagian dari edukasi seni tradisi membatik.

Kegiatan ini didukung penuh dan difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis. Pemerintah daerah setempat menyediakan lokasi acara di pelataran Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Kabupaten Ciamis

Praktik Langsung dengan Canting dan Malam

Jevan Ibnu sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa dirinya dipercaya membersamai 280 siswa dalam program tersebut.

Para siswa terlihat duduk lesehan di pelataran sambil memegang canting, alat yang dipakai untuk menorehkan malam pada kain.

Kain putih yang mereka kerjakan tampak sudah memiliki pola garis sebelum ditorehi malam. Di tengah kelompok siswa, wajan berisi malam dipanaskan di atas kompor portabel hingga mengepul.

Pemateri juga tampak menyampaikan materi menggunakan mikrofon. Di belakangnya terpasang kain batik bermotif daun sebagai contoh hasil akhir. Ia juga ikut duduk di antara siswa dan membimbing mereka menorehkan malam. Dokumentasi tidak menunjukkan tahapan lanjutan setelah proses penorehan malam.

Edukasi dan Literasi Budaya bagi Pelajar SMP

Dalam keterangannya, pemateri menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar praktik keterampilan. Menurutnya, Safari Budaya merupakan bagian dari upaya literasi budaya.

“Program kegiatan ini berkaitan dengan edukasi dan literasi budaya mengenai seni tradisi membatik,” tulis pemateri dalam unggahannya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan membantu pelajar menemukan hobi dan potensi diri. Hal itu disebutnya sebagai upaya untuk “mengasah dan membuka minat bakat siswa siswi jenjang SMP dalam menemukan hobi dan potensi diri”.

Pemateri juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa berdampak pada pelestarian budaya.

“Semoga dengan ada kegiatan ini dapat memberikan nilai positif untuk meregenerasi para pelaku budaya di masa depan,” tulisnya.

Ia berharap kegiatan itu menjadi wadah bagi generasi muda. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan “memberikan ruang dan wadah untuk mengembangkan minat bakat muda-mudi dalam mengenal seni tradisi dan budaya lokal”.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah. “Terimakasih atas keseruan, kebersamaan, dan kolaborasinya SMPN 1 Baregbeg Kab. Ciamis,” tulisnya. Ia menutup unggahan dengan semboyan “Muda! Berdampak, Berdaya, Berbudaya!”

Melalui Safari Budaya ini, ratusan pelajar SMP di Ciamis mendapat kesempatan mengenal batik tulis lewat praktik langsung di ruang terbuka, bukan hanya lewat teori di kelas.

Pemateri berharap pengalaman itu dapat menumbuhkan minat generasi muda terhadap seni tradisi dan budaya lokal.

Apresiasi Mendalam Safari Budaya Membatik

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Ciamis, Heryan Rusyandi, S.Sos., M.M., mengaku, pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh inisiatif kegiatan Safari Budaya yang melibatkan 280 siswa SMPN 1 Baregbeg di pelataran BP2D ini.

Menurutnya, edukasi membatik bagi para pelajar bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler biasa, melainkan langkah strategis dalam memupuk rasa cinta terhadap warisan kearifan lokal Ciamis sejak dini.

“Melalui praktik langsung menggunakan canting dan malam, generasi muda tidak hanya belajar keterampilan teknis, tetapi juga memahami nilai filosofis dan sejarah seni tradisi batik daerah kita,” kata Heryan.

Ia menegaskan, pemanfaatan ruang publik seperti fasilitas BP2D untuk kegiatan edukasi kebudayaan ini sejalan dengan visi kami dalam menjadikan pariwisata dan kebudayaan Ciamis lebih inklusif serta mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kami berharap kolaborasi antara lembaga pendidikan, komunitas seni, dan wadah promosi daerah ini terus berlanjut secara berkesinambungan. Dinas Pariwisata siap untuk terus mendorong dan memfasilitasi berbagai kegiatan inovatif yang mampu melahirkan generasi penerus yang tidak hanya kreatif dan berdaya saing, tetapi juga bangga akan identitas budaya lokalnya,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini