Ciamis, Jabarupdate: Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Ciamis dan Forum Ketahanan Bangsa (FKB) Ciamis.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai upaya memperkuat pembinaan karakter dan kemandirian bagi warga binaan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di Aula Lapas Ciamis ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Prosesi penandatanganan dilakukan langsung oleh pihak Lapas Kelas IIB Ciamis bersama perwakilan FKB Ciamis, disusul oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Ciamis.
Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, dalam sambutannya menekankan bahwa paradigma Lapas saat ini telah bertransformasi. Menurutnya, Lapas bukan lagi sekadar tempat menjalani masa hukuman (punitive), melainkan pusat bagi warga binaan untuk memperbaiki diri.
“Lapas harus mampu membekali warga binaan dengan keterampilan dan kesiapan mental yang matang. Tujuannya agar mereka siap dan mampu hidup mandiri secara positif setelah kembali ke tengah masyarakat nanti,” tegas Supriyanto.
Ia menambahkan bahwa dukungan dari pihak eksternal seperti Pemuda Muhammadiyah dan FKB sangat krusial untuk mengisi ruang-ruang pembinaan yang tidak bisa dilakukan sendiri oleh internal Lapas.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan FKB Ciamis, Dian Gojin, menyoroti pentingnya melihat potensi tersembunyi di balik jeruji besi. Ia mencontohkan adanya kerajinan pembuatan alat pancing karya warga binaan sebagai bukti bahwa mereka memiliki produktivitas yang layak dikembangkan.
“Kami dari FKB fokus pada edukasi wawasan kebangsaan. Menanamkan nilai Pancasila dan gotong royong adalah kunci agar mereka memiliki rasa memiliki terhadap bangsa ini,” tutur Dian.
Sementara itu, Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Ciamis, Mochamad Isa Nuralamsyah, S.Sos., membawa kabar segar bagi masa depan para mantan narapidana. Pihaknya berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan, bahkan membuka akses lapangan kerja di 24 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Ciamis.
“Kami tidak ingin mereka merasa sendirian setelah bebas. Pemuda Muhammadiyah siap membersamai mereka, baik dalam penguatan aspek religi maupun ekonomi, agar menjadi pribadi yang lebih bermanfaat,” jelas Isa.
Sebagai bentuk simbolis apresiasi, acara tersebut turut diwarnai dengan penyerahan plakat dan cenderamata spesial. Menariknya, cenderamata yang diberikan berupa kue kering hasil produksi tangan warga binaan sendiri. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian di Lapas Ciamis telah membuahkan hasil yang kompetitif.
Acara ditutup dengan penuh haru lewat lantunan lagu “Bagimu Negeri” dan sesi foto bersama, menandai babak baru sinergi lintas organisasi dalam membangun tatanan sosial yang lebih inklusif di Kabupaten Ciamis




