Bekasi, Jabarupdate: Ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bekasi menggelar aksi di lapangan sekolah pada Senin (17/2/2025) pagi.
Mereka menyampaikan aspirasi berupa tuntutan transparansi penggunaan dana sekolah serta perbaikan infrastruktur yang dinilai tidak layak.
Dalam aksi tersebut, siswa membawa kertas berisi kritik dan tuntutan, serta membentangkan spanduk di depan kepala sekolah yang tengah menyampaikan amanat upacara.
Isu utama yang diangkat adalah kejelasan penggunaan dana Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sebesar Rp250 ribu per bulan yang tidak terlihat berdampak pada kondisi sekolah.
Menurut salah satu siswa berinisial E, dikutip dari Radar Bekasi pada Selasa (18/2/2025), aksi ini bertujuan menuntut transparansi pengelolaan dana yang selama ini mereka bayarkan.
E mengungkapkan, siswa membayar SPP setiap bulan, tapi ruang kelas masih banyak yang bocor, dinding mengelupas, dan pintu rusak.
“Kami ingin ada kejelasan,” ungkapnya.
Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag), MAN 2 Kota Bekasi memiliki 26 rombongan belajar (rombel) dengan total 886 siswa.
Dengan jumlah tersebut, dana SPP yang terkumpul setiap bulan mencapai lebih dari Rp200 juta.
Namun, siswa mengeluhkan bahwa fasilitas seperti AC, fingerprint, dan CCTV yang dijanjikan kepala sekolah sejak Maret 2023 tidak memberikan manfaat signifikan.
E menyampaikan, absensi fingerprint, misalnya, tidak pernah diteruskan ke orang tua. Jadi, itu hanya jadi alat yang mubazir.
Selain itu, siswa juga menyampaikan keluhan terkait minimnya dukungan sekolah terhadap organisasi kesiswaan dan kegiatan tahunan.
Mereka mengungkapkan bahwa pengajuan proposal kegiatan sering kali ditolak tanpa alasan jelas, bahkan biaya wisuda untuk siswa kelas 12 dibebankan sebesar Rp600 ribu per siswa, belum termasuk biaya tambahan untuk orang tua yang hadir.
Kepala Kemenag Kota Bekasi Turun Tangan
Kepala Kemenag Kota Bekasi disebut hadir untuk mendengarkan aspirasi siswa. Berbagai bukti terkait kondisi sekolah dan kritik terhadap kebijakan kepala sekolah telah disampaikan langsung.
Siswa lainnya menyampaikan bahwa pihaknya hanya ingin keadilan dan perubahan yang nyata di MAN 2 Kota Bekasi, salah satunya dengan mengganti kepala sekolah.
Tuntutan Siswa Jadi Sorotan Publik
Aksi yang dilakukan siswa MAN 2 Kota Bekasi menarik perhatian publik, terutama karena isu pengelolaan dana sekolah sering kali menjadi perbincangan.
Dengan jumlah dana yang besar, siswa berharap adanya perubahan signifikan untuk mendukung kenyamanan belajar mereka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak sekolah terkait aksi protes yang dilakukan siswa.




