SMAN 1 Pagerageung Resmi Berdiri, Akses Pendidikan Negeri di Tasikmalaya Makin Dekat

Tasikmalaya, Jabarupdate : Harapan masyarakat Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, untuk memiliki sekolah menengah atas (SMA) negeri akhirnya terwujud. SMAN 1 Pagerageung kini hadir sebagai langkah baru dalam memperluas akses dan pemerataan pendidikan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Kehadiran SMAN 1 Pagerageung menjadi kabar baik bagi para pelajar dan orang tua. Sebelumnya, sebagian lulusan SMP sederajat di Pagerageung harus mencari SMA negeri di wilayah lain karena belum tersedia sekolah negeri di kecamatan tersebut.

Kondisi itu membuat jarak tempuh dan biaya transportasi menjadi pertimbangan bagi keluarga. Dengan hadirnya SMAN 1 Pagerageung, masyarakat kini memiliki pilihan sekolah negeri yang lebih dekat dengan tempat tinggal.

SMAN 1 Pagerageung Jadi Jawaban Aspirasi Warga

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Golkar, Drs. H. Yod Mintaraga, MPA, mengatakan berdirinya SMAN 1 Pagerageung merupakan hasil pertemuan antara kebijakan pemerintah dan aspirasi masyarakat.

Menurut Yod, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki komitmen untuk memperluas pemerataan SMA negeri. Di sisi lain, masyarakat Pagerageung sejak lama menyampaikan kebutuhan terhadap sekolah negeri di wilayahnya.

“Ini merupakan pertemuan antara kebijakan pemerintah dengan aspirasi masyarakat. Pemerintah memiliki program pemerataan SMA negeri, sementara masyarakat Pagerageung memang membutuhkan sekolah negeri. Alhamdulillah, sekarang harapan itu sudah terwujud,” kata Yod saat bersilaturahmi dengan orang tua siswa SMAN 1 Pagerageung, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut membuktikan bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan secara konsisten dapat diwujudkan melalui dukungan dan sinergi berbagai pihak.

Saat ini, SMAN 1 Pagerageung masih berada dalam tahap pengembangan. Karena fasilitas sekolah permanen belum selesai dibangun, kegiatan belajar mengajar sementara berlangsung di gedung milik Yayasan Al-Muawanah.

Penggunaan gedung sementara tersebut menjadi solusi agar proses pendidikan tetap berjalan. Para siswa tidak perlu menunggu pembangunan gedung permanen selesai untuk mendapatkan layanan pembelajaran.

“Fasilitas sementara ini menjadi bagian dari proses awal berdirinya sekolah. Yang terpenting kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sambil pembangunan gedung utama dipersiapkan,” ujar Yod.

Enam Ruang Kelas Baru Disiapkan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga mulai menyiapkan pembangunan fasilitas permanen SMAN 1 Pagerageung. Lahan sekolah telah tersedia di Desa Sukadana, Kecamatan Pagerageung.

Lokasi tersebut dinilai strategis karena relatif mudah dijangkau masyarakat. Keberadaan sekolah di lokasi tersebut diharapkan dapat memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi siswa dari Pagerageung dan wilayah sekitarnya.

Pada tahap awal, sedikitnya enam ruang kelas baru direncanakan dibangun pada 2026. Pembangunan tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun.

“Insyaallah pembangunan minimal enam ruang kelas baru dimulai tahun ini. Targetnya akhir 2026 sudah selesai sehingga siswa dapat belajar dengan fasilitas yang lebih baik,” kata Yod.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, atas dukungan terhadap pembangunan SMAN 1 Pagerageung.

“Atas nama masyarakat Pagerageung, kami menyampaikan terima kasih karena pemerintah sudah menyiapkan lahan dan mendukung pembangunan ruang kelas baru untuk menunjang proses pendidikan,” tuturnya.

Sekolah Baru Perlu Dukungan Bersama

Sementara itu, Komite SMAN 1 Pagerageung, Ato Rinanto, menilai berdirinya sekolah tersebut merupakan momentum penting bagi masyarakat Pagerageung.

Namun, menurut Ato, keberadaan sekolah baru tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas fisik. Pengelolaan sekolah dan kualitas pendidikan juga harus menjadi perhatian bersama.

“Sekolah baru ini harus terus dikawal bersama. Jangan sampai hanya menjadi sekolah yang berdiri secara administratif, tetapi harus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi berkualitas,” ujar Ato.

Ia menilai pemerintah, sekolah, komite, orang tua siswa, dan masyarakat perlu membangun sinergi sejak awal. Dukungan tersebut penting agar SMAN 1 Pagerageung dapat berkembang menjadi sekolah yang mampu memberikan pendidikan berkualitas.

Selain ruang kelas, ke depan sekolah juga membutuhkan fasilitas pendukung lainnya. Di antaranya laboratorium, perpustakaan, serta sarana untuk menunjang kegiatan siswa.

Harapan Baru Pendidikan di Pagerageung

Bagi masyarakat Pagerageung, hadirnya SMAN 1 Pagerageung bukan sekadar penambahan sekolah baru. Keberadaannya menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan negeri yang lebih dekat.

Para lulusan SMP di Pagerageung kini memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke SMA negeri tanpa harus menempuh jarak yang lebih jauh ke wilayah lain.

Kehadiran sekolah tersebut juga diharapkan dapat membantu mengurangi beban biaya dan waktu perjalanan bagi siswa serta orang tua.

Ke depan, SMAN 1 Pagerageung diharapkan mampu tumbuh menjadi salah satu pusat pendidikan yang berkualitas di wilayah utara Kabupaten Tasikmalaya.

Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, sekolah baru ini diharapkan tidak hanya memiliki fasilitas yang memadai, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi dan memiliki daya saing.

Editor : (JU/Rizal Nurramdhani)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini