Tragedi di Tol Jakarta-Cikampek: 9 Korban Meninggal Asal Ciamis

Tragedi di Tol Jakarta-Cikampek
Tragedi di Tol Jakarta-Cikampek

Karawang, Jabarupdate: Sebuah tragedi mengguncang jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM 58 + 600, Karawang, Jawa Barat pada Senin (8/4/2024).

Kecelakaan beruntun yang terjadi tersebut menelan korban jiwa sebanyak 12 orang.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah mengonfirmasi bahwa dari 12 orang korban tewas, sembilan orang berasal dari Kabupaten Ciamis.

Dalam keterangannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa kondisi korban cukup mengenaskan dan proses identifikasi identitas mereka sedang dilakukan.

“Tim identifikasi sedang bekerja keras untuk mengidentifikasi mereka,” ungkap Kapolri.

Listyo merincikan bahwa dari 12 korban, tujuh di antaranya adalah laki-laki dan lima lainnya adalah perempuan. Mereka semua merupakan penumpang di dalam kendaraan Gran Max yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Kondisi jasad korban kecelakaan di Tol Jakarta-Cikampek dikatakan mengalami luka bakar yang cukup parah, sehingga proses identifikasi membutuhkan waktu yang cukup lama.

Listyo mengungkapkan, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri saat ini sedang melakukan pengumpulan data postmortem dan antemortem untuk mengidentifikasi korban dengan lebih lengkap.

Upaya tersebut diharapkan dapat membantu keluarga korban dalam mengidentifikasi dan mengurus jenazah mereka dengan lebih baik.

Polri Buka Posko Antemortem di RSUD Karawang untuk Identifikasi Korban

Sebagai respons terhadap tragedi kecelakaan di Tol Jakarta-Cikampe KM 58 + 600, Karawang, Jawa Barat, Kapolres Karawang AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengumumkan pembukaan posko antemortem di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang.

Untuk korban meninggal dunia saat ini masih identifikasi semuanya mengalami luka bakar di dalam satu unit minibus Daihatsu Gran Max.

“Kami membangun adanya posko DVI antemortem di RSUD Karawang harapannya untuk bisa mengidentifikasi para korban yang meninggal dunia,” ujar Wirdhanto dalam konfirmasi terpisah.

Posko antemortem ini diharapkan dapat membantu dalam proses identifikasi para korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.

Melalui posko ini, diharapkan identitas korban dapat segera dipastikan dan keluarga korban dapat segera mengetahui keadaan yang sebenarnya.

Sopir Bus Primajasa Ceritakan Kronologi Tragedi di KM 58 Tol Jakarta-Cikampek

Heri, sopir Bus Primajasa yang terlibat dalam kecelakaan di KM 58 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, membagikan kronologi awal dari kejadian tragis tersebut.

“Saya coba menghindari ke kiri. Lalu di belakang seperti ada kendaraan lain juga dan menabrak bagian kiri,” ungkap Heri saat diwawancarai di Karawang, Senin (8/4/2024).

menjelaskan bahwa pada saat kejadian, dia sedang mengemudikan bus Primajasa dari Bandung menuju Jakarta.

Saat itu, jalur dari arah Cikampek menuju arah Jakarta sedang dilakukan contraflow, dengan dua lajur yang digunakan oleh pemudik dari arah Jakarta menuju Cikampek.

Ketika sampai di kilometer 58, Heri mengaku kaget karena tiba-tiba ada kendaraan Gran Max di jalur contraflow yang berada di depannya, sehingga menyebabkan tabrakan bagian depan bus.

Sebuah rekaman dari dashcam kendaraan yang melewati Tol Jakarta-Cikampek juga tersebar di media sosial.

Rekaman tersebut menunjukkan mobil GrandMax yang sedang melintas di jalur contraflow, berlawanan arah dengan bus Primajasa. Mobil Grand Max menuju arah Bandung.

Dalam rekaman tersebut terlihat mobil GrandMax tiba-tiba oleng ke arah kanan jalan dan menabrak bagian depan bus Primajasa.

Rekaman ini memberikan bukti visual yang signifikan terkait dengan kronologi tragedi kecelakaan di Tol Jakarta-Cikampek, memberikan gambaran lebih jelas tentang bagaimana kecelakaan tersebut terjadi.

Keterangan dari Heri, sopir bus Primajasa, juga sejalan dengan rekaman dashcam tersebut, mengkonfirmasi bahwa mobil GrandMax oleng ke arah kanan jalan sebelum menabrak bus Primajasa.

Meskipun demikian, penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan penyebab pasti dari kecelakaan ini.

Keterangan dari para saksi dan bukti lainnya akan menjadi bagian dari proses investigasi yang akan dilakukan oleh pihak berwenang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini