
Jawa Barat, Jabarupdate: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana mengembangkan bahan bakar jerami bernama Bobibos yang ditemukan sekelompok anak muda di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang.
Inovasi energi alternatif ini disebut akan didanai langsung oleh Dedi tanpa melibatkan anggaran pemerintah daerah agar proses pengembangan dapat berjalan lebih cepat.
Dedi mengatakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan Bobibos akan dilakukan dalam waktu dekat.
Ia juga menargetkan pembangunan pom pengisian Bobibos di tingkat desa, sekaligus membuka peluang bagi ibu-ibu PKK untuk menjadi agen penjualan.
Dalam kunjungannya ke Lembur Pakuan, Dedi memamerkan langsung temuan tersebut.
Ia turut melakukan uji coba penggunaan bahan bakar jerami itu pada sebuah mesin traktor diesel.
Uji coba ini dilakukan untuk melihat potensi limbah pertanian, khususnya jerami, dalam menghasilkan energi terbarukan.
Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada 11 November 2025, Dedi terlihat memantau proses uji coba tersebut.
“Ini kita lagi uji coba nih di Lembur Pakuan pakai mesin traktor. Yaitu uji coba bahan bakar yang berasal dari jerami,” ujarnya.
Dedi menjelaskan, uji coba ini dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan jerami yang biasanya dianggap limbah menjadi bahan bakar alternatif yang bernilai ekonomi.
Menurutnya, jika inovasi ini terbukti berhasil, Lembur Pakuan akan menjadi pusat produksi bahan bakar jerami secara massal.
Dia menilai, kalau nanti berhasil, berarti jerami yang ada di sawah daerah Lembur Pakuan ini bisa diproses. “Kita ekstraksi jadi bahan bakar,” lanjutnya.
Ia menambahkan, panen jerami yang akan berlangsung dua minggu ke depan menjadi momentum awal untuk mengolah limbah pertanian tersebut.
Selain itu, Dedi menegaskan bahwa tahap awal pengembangan Bobibos tidak akan melibatkan lembaga pemerintah.
Dia memilih menggunakan dana pribadi demi mempercepat proses. “Nggak usah dulu pakai lembaga pemerintah, pakai lembaga KDM aja,” ucapnya.
Dedi berharap, inisiatif ini mampu memberikan manfaat ekonomi bagi petani serta mengurangi limbah jerami yang selama ini tidak termanfaatkan optimal.
Dengan hadirnya Bobibos, masyarakat desa berpotensi mendapatkan sumber penghasilan baru dan memperkuat ekonomi lokal melalui energi alternatif berbasis limbah pertanian.



