Minyakita langka di Ciamis, stok sulit didapat di Pasar Manis akibat fluktuasi harga CPO global dan realisasi DMO produsen rendah. Pedagang beralih jual minyak non-subsidi Rp17.000/800ml, Pemda dorong Bulog ambil alih distribusi. Simak penyebab dan solusi terkini Januari 2026!
Ciamis, Jabarupdate: Kelangkaan Minyakita semakin terasa di Pasar Manis, Kabupaten Ciamis.
Banyak pedagang kini tidak lagi menjual minyak goreng subsidi tersebut karena stok dari distributor sulit didapatkan, sehingga mereka beralih menawarkan minyak goreng kemasan non-subsidi dengan harga lebih tinggi.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Industri (DKUKMPI) Kabupaten Ciamis, Dadan Wiadi, mengonfirmasi kondisi ini berdasarkan laporan pedagang di pasar tradisional setempat.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, dalam beberapa waktu terakhir Minyakita memang sulit diperoleh. Banyak pedagang sudah tidak lagi menjual karena stoknya kosong,” ujar Dadan, Senin (19/1/2026).
Dadan menjelaskan, Minyakita langka di Ciamis ini disinyalir dipicu oleh kombinasi fluktuasi harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar internasional dan belum optimalnya pemenuhan Domestic Market Obligation (DMO) oleh produsen minyak sawit.
DMO merupakan kebijakan pemerintah yang mewajibkan produsen memprioritaskan pasokan minyak goreng untuk kebutuhan dalam negeri sebelum mengekspor, guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan Minyakita dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Data terbaru dari Kementerian Perdagangan menunjukkan realisasi DMO Minyakita mengalami penurunan signifikan pada Desember 2025, turun menjadi 167.131 ton dari capaian November 184.076 ton.
Hingga pertengahan Januari 2026, realisasi baru mencapai sekitar 45.671 ton, jauh di bawah rata-rata sebelumnya.
Penurunan ini berkorelasi dengan lesunya ekspor CPO, yang memengaruhi kuota pasokan domestik.Salah seorang pedagang di Pasar Manis Ciamis Blok F, Dede, mengaku sudah lama tidak menjual Minyakita.
“Untuk mendapatkan barang itu relatif sulit. Saat ini di kios saya hanya menjual minyak kemasan non-subsidi dengan harga paling murah Rp17.000 untuk kemasan 800 ml,” katanya.
Untuk mengatasi kelangkaan berulang ini, Pemda Ciamis mendorong peran lebih besar Perum Bulog sebagai distributor.
Dadan menyampaikan adanya wacana bahwa Bulog akan mengambil alih sebagian distribusi Minyakita, di samping distributor yang sudah ada.
“Mudah-mudahan kondisi ini bisa segera normal kembali,” harapnya.
Secara nasional, pemerintah telah menetapkan kebijakan baru mulai Januari 2026, di mana tiga BUMN (termasuk Bulog, ID Food, dan Agrinas Palma Nusantara) menyalurkan Minyakita dengan menyerap minimal 35% kuota DMO.
Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki distribusi dan menekan gejolak harga di tingkat konsumen.
Minyakita langka di Ciamis menjadi salah satu indikasi tantangan pasokan minyak goreng subsidi di daerah-daerah, terutama menjelang periode konsumsi tinggi pasca-libur akhir tahun.
Masyarakat diminta tetap waspada terhadap harga yang melonjak dan memilih produk sesuai kebutuhan.
Laporan: Maharaja




