Ciamis, jabarupdate.id,- Kegiatan Advokasi, Kolaborasi, dan Sinergi Informasi (AKSI) bidang pendidikan jenjang Sekolah Dasar digelar di SDN 1 Cijeungjing, Senin (23/2/2026).
Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung mutu pendidikan dasar di Kabupaten Ciamis, Senin (23/02/2026).
Peserta yang hadir terdiri dari para pengawas sekolah serta Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S/KKKS) tingkat kecamatan.
Agenda utama mencakup penguatan integrasi data pendidikan, program gizi siswa, serta pengelolaan lingkungan sekolah melalui program pengendalian sampah dan bank sampah.
Dalam kegiatan tersebut, beberapa materi strategis disampaikan, di antaranya peran Badan Pusat Statistik melalui program Sensus Ekonomi dalam penyediaan data yang akurat untuk perencanaan pendidikan, serta program MBG/BGN yang menekankan pentingnya pemenuhan gizi bagi peserta didik.
Selain itu, kolaborasi dengan DPRKPLH Ciamis juga menjadi sorotan, khususnya dalam pengendalian sampah di lingkungan sekolah. Program bank sampah didorong sebagai langkah konkret membangun karakter peduli lingkungan sejak dini di kalangan siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan Dermawan, yang menjadi narasumber utama dalam kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor.
“Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari penyedia data, sektor kesehatan, hingga lingkungan hidup. Melalui AKSI ini, kita ingin memastikan bahwa sekolah dasar di Ciamis mampu menjadi pusat pembelajaran yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat dan berwawasan lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan peran kepala sekolah dan pengawas menjadi kunci dalam implementasi program-program tersebut di lapangan.
Kegiatan AKSI ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarinstansi serta mendorong implementasi program yang berkelanjutan di setiap sekolah dasar di wilayah Kabupaten Ciamis.
Dengan demikian, kualitas pendidikan dasar dapat terus meningkat seiring dengan dukungan data yang valid, pemenuhan gizi yang baik, serta lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. (Adv/NS)




