CIAMIS, Jabarupdate: Penunjukan PSGC Ciamis sebagai tim satelit resmi Persib Bandung di kompetisi Liga 2 bukan tanpa alasan kuat. Kedekatan emosional serta kesamaan basis suporter menjadi faktor utama di balik terciptanya kolaborasi bersejarah ini.
Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, dalam acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Bumi Galuh Satria RSOP Ciamis, Rabu (1/6/2026).

Adhitia menegaskan bahwa keputusan untuk berkolaborasi dengan Laskar Galuh telah melalui proses pertimbangan internal yang sangat matang dan panjang.
Dalam sambutannya, Adhitia membeberkan alasan mengapa manajemen Persib melihat PSGC Ciamis sebagai mitra yang sangat strategis. Salah satu keunikan yang dimiliki Ciamis adalah faktor sosiologis dan loyalitas suporternya yang selaras dengan Maung Bandung.
“Jika kita bicara tentang suporter, maka irisannya Bobotoh. Pendukungnya PSGC Ciamis, saya yakin 100 persen pasti Bobotoh,” ujar Adhitia di hadapan jajaran manajemen dan awak media.
Ia membandingkan kondisi di Jawa Barat dengan daerah lain seperti Jawa Timur, di mana basis suporter terbagi rata ke banyak klub besar. Sementara di Jawa Barat, seluruh daerah mulai dari Garut, Tasikmalaya, hingga Ciamis memiliki kecintaan yang sama terhadap Persib Bandung.
“Itu adalah anugerah dari Tuhan yang harus kami maksimalkan potensinya. Maka dari itu, kami mencari klub di daerah Jawa Barat, dan qodarullah niat baik ini dipertemukan dengan niat baik dari PSGC Ciamis,” tambahnya.
Lebih lanjut, Adhitia menjelaskan bahwa sebuah klub sepak bola yang sehat wajib memiliki kesinambungan prestasi jangka panjang. Kunci dari keberlanjutan tersebut ada pada pembinaan usia muda yang matang.
Namun, tantangan terbesar klub besar seperti Persib adalah memberikan menit bermain yang cukup bagi para pemain muda di tengah tuntutan kompetisi Liga 1 yang sangat tinggi. Kehadiran PSGC Ciamis sebagai tim satelit di Liga 2 menjadi ruang berkembang yang ideal.
Sebagai contoh, Adhitia menyebut nama Nazril Afaro, pemain muda potensial Persib yang juga penggawa Timnas U-20.
“Apakah secara mentalitas dia sudah siap 1.000 persen menghadapi Asia di tim utama? Kalau tidak berhati-hati, pemain muda bisa patah. Agar mentalitasnya terbentuk, mungkin bisa jadi Nazril akan 100 persen main dulu di Ciamis,” jelasnya.
Di PSGC Ciamis, para pemain muda potensial ini nantinya tidak akan berjalan sendiri. Persib berkomitmen mengirimkan kombinasi pemain muda dan beberapa pemain senior untuk menjadi mentor di dalam lapangan.
Agenda Terdekat: Laga Persahabatan di Stadion Galuh
Sebagai penutup komitmen awal, Adhitia mengumumkan rencana aktivitas pertama yang akan dilakukan setelah tim kepelatihan dan skuad resmi terbentuk. Persib Bandung dijadwalkan akan menggelar pertandingan persahabatan melawan PSGC Ciamis sebelum kompetisi resmi bergulir.
“Pertandingan persahabatan antara Persib Bandung melawan PSGC Ciamis akan kita lakukan di Stadion Galuh. Saya minta tolong kepada warga Ciamis, kita tonton dengan tertib di tribun agar bisa dinikmati dan harapannya bisa disiarkan di TV nasional,” pungkasnya.




